Pura-pura Membeli, Kawanan Pencuri Kuras Isi Rumah Warga Budidaya Sidomulyo

Pura-pura Membeli, Kawanan Pencuri Kuras Isi Rumah Warga Budidaya Sidomulyo

697
0
BERBAGI

SIDOMULYO – Hati-hati dengan pencurian dengan modus pura-pura bertamu atau membeli di warung saat rumah sedang kosong, seperti yang terjadi di Desa Budidaya Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Anjar Triwibowo (24) harus merelakan barang-barang kesayanganya seperti, laptop toshiba satelite warna silver, hp asus zentone 4 hitam, hp qwerty merah, nokia 1200, dan uang tunai di dalem dompet sebesar Rp200rb.

Menurut Anjar, kejadiannya terjadi pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.30 wib. Saat itu, setelah adzan dzuhur bapaknya berangkat ke masjid. Sedangkan ibunya sholat di belakang.

“Setelah di masjid komat, saya menyusul berangkat sholat ke masjid tanpa sempat menutup gerbang dan pintu warung. Setelah pulang dari masjid, ada 2 org 1 di depan pintu ruang tamu, 1 di motor. Awalnya saya gak curiga. Kemudian saya tanya apa bang. Liat-liat jersey/baju jawab mereka. Saya suruh ke warung yang 1 cuma dia masih tetap di depan pintu teras. Tapi yang di motor turun hampiri saya menanyakan baju ada yang lain, kita masuk warung. Saya gak liat 1 orang tadi. Gak lama saya liatin baju, 1 orang yang di depan pintu teras tadi nyamperin ke warung. Saya gak merhatiin badan mereka. Sempat tawar harga sambil buru-buru mereka ke atas motor, masih sempat nawar juga. Sesudah itu mereka tarik gas pol ngebut, disitu saya mulai curiga. Saat saya ke kamar, ternyata benar kecurigaan saya jika mereka adalah pencuri. Satu pelaku mengalihkan perhatian saya, sedangkan yang 1 mengambil barang-barang di kamar,” ungkap Anjar, Minggu (9/8).

Lebih jauh Anjar menjelaskan, saat itu seketika dia tau mereka adalah pelaku pencurian, segera mengejar kedua pelaku yang menggunakan motor Suzuki Satria FU warna hitam itu.

“Saya kejar ke arah pasar Sidomlyo, tapi ketemu temen nyaranin siaga di jalan lintas Desa Sukamarga. Saat jalan kesana, saya menyalip 2 orang pakai helm lengkap pakai motor vega zr tanpa plat belakan. Setelah saya perhtikan 2 org tersbut, saya ingat itu orang yangg tadi ke rumah bawa Satria FU, saya masih hapal salah 1 wajah mereka. Tahu saya buntuti mereka tarik gas sempat kejar-kejaran sampai depan perumnas baru, mereka keluarkan senjata dari pinggang, saya kira pistol saya pelankan gas motor. Setelah saya perhatikan ternyata pisau, saya tarik gas lagi, kemudian mereka melempar helm ke arah saya, tapi tidak kena. Tapi saya kehilangan jejak,” jelas Anjar seraya mengatakan sempat meneriaki maling, namun kurang direspon warga.

Menurut Anjar, awalnya mereka beroperasi menggunakan motor Satria FU kemudian berganti motor Vega ZR.
“Ciri-cirinya kedua pelaku, 1 orang sekitar tinggi 160cm agak hitam brewok tipis pake topi pake jaket. Sedang 1 lagi agak tinggi skitar 170cm agak kurus, kulit putih rambut lurus pendek pake kemeja pendek garis-garis warna hitam pudar,” jelas Anjar yang mengaku belum melaporkan peristiwa ini ke pihak yang berwajib.

(row)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY