Diduga Cabuli Murid SD, Guru Agama di Lamsel Menghilang

Diduga Cabuli Murid SD, Guru Agama di Lamsel Menghilang

353
0
BERBAGI

KALIANDA – Seorang oknum guru agama di sebuah SDN 1 Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan dikabarkan telah mencabuli puluhan murid laki-lakinya. Maraknya kabar tersebut berbanding lurus dengan menghilangnya oknum guru berinisial MJ (59) dari kediamannya sejak beberapa hari belakangan ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oknum guru agama itu melakukan perbuatan tidak senonoh dengan meremas dan mengelus kemaluan para siswanya. Perbuatan cabul terhadap siswa putra itu dilakukannya sejak lama, hanya saja tidak ada yang berani cerita.

 

“Yang diremas-remas hanya murid laki-laki, kalau saya malah udah lama ‘digituin’ dari sejak kelas IV,” kata Rk (12) salah seorang murid kelas VI SD itu yang menjadi korban.

 

Diceritakan, jika perbuatan cabul itu dilakukan oleh oknum gurunya tersebut di ruang kantor kerjanya, dengan modus dimintai tolong cabut uban.

“Pertamanya cuma disuruh cabut uban, terus tangannya malah masuk celana saya, dan dipegang-pegang gitu,” imbuhnya.

 

Menurut warga setempat yang tidak ingin disebut namanya mengungkapkan, jika masalah pencabulan oleh oknum guru itu sudah menjadi rahasia umum. Ibu dari salah seorang murid SD itu mengatakan, masalah ini mulai terungkap sudah sejak seminggu ini karena ada murid yang lapor ke orang tuanya.

 

“Kalau desas-desus cerita orang-orang, sudah lama guru itu berbuat tidak senonoh kepada para muridnya. Tapi anehnya memang tidak yang berani melapor, baik ke kepala desa mau pun ke polisi,” kata warga Dusun II Sandaran desa setempat ini.

 

Sementara, Robani (50) penjaga SD tersebut membenarkan jika MJ sang oknum guru itu sejak beberapa hari ini menghilang dan tidak pernah masuk mengajar.

 

“Iya, sejak Senin tidak pernah keliatan dan tidak mengajar,” ujarnya singkat.

 

Kepala SDN 1 Sukabanjar, Katirin saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya, meski dengan nada aktif tapi tidak direspon. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.

 

Kepala Desa Sukabanjar, Asikin saat dikonfirmasi mengaku sudah mendengar masalah itu dari laporan warga. Tapi menurutnya, dia belum mengetahui secara pasti, karena baru sebatas info dari mulut ke mulut warga saja. “Dengar ya, tapi belum jelas juga. Karena baru hari ini jadi perbincangan warga,” kata Asikin.

 

Kendati demikian, dia berencana akan memanggil oknum guru tersebut untuk dimintai keterangan dengan ramainya dari perbincangan warga.

 

“Guru itu kebetulan warga saya, nanti rencanya akan saya panggil untuk dimintai keterangan,” tukasnya.

 

Dihubungi terpisah, Kapolsek Sidomulyo, AKP Bushriyanto kepada wartawan mengaku belum mendengar masalah dugaan pencabulan terhadap beberapa murid SD tersebut. “Belum, belum dengar. Karena belum ada yang lapor juga,” pungkasnya.

 

(row)

 

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY