Lapak di Rest Area, Tugu Gajah dan Pendopo Wajib Gunakan Lampu 15...

Lapak di Rest Area, Tugu Gajah dan Pendopo Wajib Gunakan Lampu 15 Watt

1076
0
BERBAGI

PRINGSEWU – Kerap menjadi lokasi terselubung dan mesum, pelaku usaha yang membuka lapak atau pondokan di rest area yakni di Tugu Gajah Pekon Bulok Karto, Tugu Bambu pintu gerbang Kabupaten Pringsewu, dan Pendopo Pringsewu wajib menggunakan lampu terang minimal 15 watt. Lampu ini harus digunakan supaya lapak yanga da tidak terlihat remang-remang.

Ketentuan ini merupakan harga mati yang dikeluarkan Dinas Pasar, Kebersihan, dan Pertamanan (DPKP) Pringsewu dengan Surat Nomor 300/215/D.13/2015 yang ditandatangani Kepala DPKP Pringsewu, Nur Kuncara Ningsih, tertanggal 9 Juni 2015.

Nur menuturkan, dikeluarkannya tata tertib tersebut menindaklanjuti hasil rapat tentang masalah penyakit masyarakat (Pekat), pada 27 Mei 2015. Sebab keberadaan pondokan atau warung remang-remang akan mendukung terjadinya praktik prostitusi terselubung. “Untuk mengantisipasi hal itu, maka pondokan tidak diperkenankan menggunakan lampu kelap-kelip dan menjual minuman beralkohol serta narkotika,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selama ini keberadaan rest area dan tugu gajah memang sudah menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi kecil bagi masyarakat di Kabupaten Pringsewu. Seiring dengan tumbuh dan menjamurnya pondokan yang disetiap malamnya akan dimeriahkan dengan sekeompok muda-mudi, lokasi ini juga menjadi sorotan banyak kalangan, lantaran fungsinya yang kerap menjadi ajang dan praktek mesum.

Demikian halnya dengan keberadaan pendopo pringsewu yang menjadi salah satu ruang terbuka publik (RTP). Dimana, pada malam hari, pendopo akan dipadati dengan pengunjung dan juga kaula muda menghabiskan waktu sembari duduk-duduk di lapak dan warung yang menyediakan aneka menu minuman dan makanan siap saji.

Saat ini, para legislator di DPRD Pringsewu juga tengah menggodok draft perda tentang larangan praktik prostitusi. Sementara itu berdasarkan penelusuran wartawan Lampung Raya di lapangan, pendopo pringsewu memang selama ini sudah menjadi “lokasi” strategis bagi sebagian orang dan komunitas tertentu menawarkan jasa dan transaksi terselubung.

(Ful)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY