Soal Dugaan Penipuan Setoran Proyek di Lampung Selatan, Zainudin Hasan Salahkan Pihak...

Soal Dugaan Penipuan Setoran Proyek di Lampung Selatan, Zainudin Hasan Salahkan Pihak Kontraktor

1380
0
BERBAGI

KALIANDA – Soal dugaan penipuan setoran proyek Rp515 juta oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD Lampung, Hazizi, Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan menyalahkan pihak kontraktor karena percaya saja dengan pihak yang melakukan permintaan tersebut.

Kepada wartawan, Zainudin Hasan mengatakan, mempersilahkan saja melaporkan masalah itu kepada pihak yang berwajib. Menurut dia, bisa saja hal itu merupakan fitnah.

“Anda buktikan saja kalau ada setor-setor, kok susah amat. Kalau fitnah kan bisa saja. Jangankan orang lain, adik saya, keluarga saya gak boleh kok. Ada gak adik saya misalnya dapat kerja? Makanya sekarang bisa kita lihat, orang malu ya kalau ada yang tidak baik misalnya ya. Kalau saya, saya buka, silahkan ya,” kata Zainudin Hasan, Selasa (20/12/2016) usai sholat Dzuhur di Masjid Agung Kubah Intan Kalianda.

“Nabi saja bisa gak ikut bapaknya, iya toh. Ada anaknya nabi, bapaknya gak mau ikut anaknya, kan begitu. Jadi, tidak bisa kait-mengkait, apa lagi orang entah berantah dari mana. Ya, seribu orang menjual-jual bupati gak ada masalah silahkan saja. Orang yang membayar (Fee Proyek) itulah yang bodoh kalau misalnya percaya dengan orang-orang seperti itu, ya kan,” imbuh kakak kandung Walikota Bengkulu, Helmi Hasan ini seraya mengaku untuk pelaksana proyek jalan saja, dia tidak tahu siapa yang mengerjakan.

“Orang saya yang mengerjakan jalan saja saya tidak tahu siapa kontraktornya, coba bayangkan,” tukas Zainudin Hasan.

Sebelumnya diketahui, Hazizi Hasan dilaporkan ke Polresta Bandarlampung. Politisi PAN itu diduga telah menipu seorang kontraktor bernama Syahrudin Rp515 juta, dengan dijanjikan proyek di APBD Lampung Selatan tahun anggaran 2016.

Diketahui, Hazizi Hasan merupakan adik kandung dari Ketua MPR, Zulkifli Hasan dan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

Kurun waktu Februari-Maret 2016, Syahrudin menyerahkan uang tersebut ke Hazizi dengan cara 4 tahap. Penyerahan pertama sebesar Rp300 juta, kedua Rp105 juta, ketiga Rp75 juta dan terakhir Rp35 juta.

Serah terima uang disertai kuitansi dan materai dengan keterangan ‘titipan’ dan ‘titipan sementara’.

Syahrudin dijanjikan 3 proyek di Kabupaten Lampung Selatan, yakni proyek jalan hotmix Sidoharjo-Sinar Rezeki senilai Rp2 miliar. Proyek jalan Fajar Baru-Simbaringin di Kecamatan Jatiagung senilai Rp500 juta. Dan, Proyek jalan latasir ruas Rejomulyo-Kwarang Sari di Kecamatan Natar senilai Rp700 juta.

Namun, setelah Syahrudin meninggal pada Juni lalu, proyek yang dijanjikan itu tidak juga terealisasi. Alhasil, anak kandung almarhun Syahrudin, Demi Dinata melaporkan Hazizi Polresta Bandarlampung atas dugaan penipuan pada 6 September silam.
(row)