3 Tersangka Pengeroyok Telah Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Pelaku Utama Penusukan...

3 Tersangka Pengeroyok Telah Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Pelaku Utama Penusukan di Organ Tunggal

1646
0
BERBAGI

KALIANDA – Tidak memakan waktu lama, Kepolisian Resort Lampung Selatan berhasil amankan tiga orang tersangka pengeroyokan yang menyebabkan Rendi Hayatulah (23) Desa Tajimalela meninggal dunia di arena hiburan organ tunggal di Desa Tamanagung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (12/5) sekitar pukul 23.30 wib.

Ketiga tersangka itu yakni Musa (55), Dedi Irawan (19) keduanya warga Dusun Jembatbesi, Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, serta Uwan (23) warga Dusun Rejosari, Desa Tamanagung.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan ketiga tersangka yang lakukan pengeroyokan sudah berhasil diringkus.

“Sudah tiga orang kami amankan, saat ini penyidikan terus secara intensif kami lakukan,” kata Rizal, Selasa (16/5).

Selain mengamankan tiga tersangka tersebut, lanjut Rizal, polisi masih memburu dua pelaku lain yang diduga merupakan pelaku utama atas kasus penganiayaan yang berakhir kematian itu.

Dua pelaku itu yakni, Angga (DPO) dan Wawan (DPO). Mantan Kasat Resnarkoba Polres Metro itu menjelaskan, setelah identitas 2 pelaku ini sudah dikantongi, pihaknya telah menerjunkan beberapa tim untuk memburu dua pelaku ini, agar segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

“Kami duga kuat, dua orang ini lah pelaku utama dalam kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban Rendi meninggal karena luka senjata tajam di arena organ tunggal tempo hari,” terang Rizal.

Kedua pelaku itu lakukan penusukan dan pembacokan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga korban tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Bob Bazar Kalianda.
Aksi Balas Dendam
Sebelumnya, buntut dari peristiwa penganiayaan di organ tunggal ini nyaris berbuntut aksi balas dendam.
Puluhan warga Tajimalela sempat mendatangi Desa Taman Agung pada Senin (15/5) malam sekitar pukul 19.45 WIB.

Kedatangan warga ini disinyalir untuk mencari para pelaku yang diduga menjadi pelaku penikaman terhadap Rendi hingga tewas.

Untung saja, Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, Ketua DPRD Hendry Rosyadi, Kapolres AKBP Adi Ferdian Saputra, Danramil Kalianda dan jajaran sigap membaca situasi dengan meredam emosi warga.

Para warga tersebut dikumpulkan di Masjid Nurul Iman desa setempat, untuk diberikan pemahaman penyelesaian masalah tidak dengan main hakim sendiri. Penyelesaian kasus ini harus dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Saya minta janganlah mengedepankan emosi. Tidak baik dengan membalas dendam. Biarlah polisi yang menanganinya, saya yakin polisi akan profesional dan porporsional,” ujar Bupati Zainudin Hasan di hadapan para warga.

(row)