Kediaman Rusman Efendi Dikabarkan Digeledah KPK

Kediaman Rusman Efendi Dikabarkan Digeledah KPK

1818
0
BERBAGI

KALIANDA – Rumah kediaman Rusman Efendi, orang kepercayaan Bupati Lampung Selatan non aktif Zainudin Hasan dikabarkan digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (30/8/2018) pekan lalu. Kabar pengeledahan itu tersiar dari mulut ke mulut warga Kecamatan Kalianda, namun luput dari perhatian media massa.

 

Tersiar kabar, kediaman Rusman Efendi yang juga ketua Asosiasi Pengusaha Kontruksi Indonesia (Aspekindo) Lampung Selatan di Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda ditandangi 3 orang penyidik KPK dan seorang petugas kepolisian berpakaian preman.

 

Kepala Dusun II Desa setempat, Basri saat dimintai konfirmasi di kediamannya membenarkan kegiatan penggledahan tersebut. Menurut dia, tim KPK datang Kamis (30/8/2018) sore sekitar pukul 4 menggunakan mobil jenis Inova.

 

“Ada 5 orang, tapi yang turun (Menggeledah) hanya 4 orang, yang 3 pakai rompi KPK, yang 1 kami menduga polisi, dan yang 1 lagi hanya di mobil. Mungkin supir,” kata Basri, Selasa (4/9/2018).

 

Saat itu, sambung Basri, tim KPK langsung mendatangi kediamannya untuk meminta pendampingan dari aparat desa setempat untuk melakukan penggeledahan. “Mereka mengaku dari KPK, langsung saya mintai surat tugas dan pengenal identitas. Setelah saya lihat, ternyata benar mereka dari KPK,” imbuhnya.

 

Basri menjelaskan, saat penggeledahan di kediaman hanya ada asisten rumah tangga dan anak laki-laki sulung dari Rusman Efendi.

“Kalau Rusman dan istri sedang tidak ada di rumah, kalau sedang berada dimana, saya juga kurang paham. Yang pasti, penyidik KPK sempat menghubungi Rusman dan istri untuk meminta kunci ruangan-ruangan yang ada di rumah,” jelas Basri.

 

Karena dihubungi tidak menjawab, tim KPK sempat ingin membuka paksa salah satu ruangan. “Sebenarnya kunci ada di pembantu, tapi tidak berani memberikan karena belum ada izin dari Rusman. Setelah diupayakan, akhirnya seluruh ruangan dapat dibuka oleh tim KPK,” ujar Basri.

 

Basri menuturkan, saat pendampingan penggeledahan itu dia kerap ditanya-tanya oleh penyidik KPK. Kendati demikian, Basri mengaku tidak banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. “Saya banyak jawab bilang tidak tahu. Tapi kalau soal jumlah mobil yang dimiliki Rusman, yang jawab pembantunya,” beber Basri seraya menyebutkan jumlah 3 jenis kendaraan mobil mewah milik Rusman.

 

Menurut Basri, penggledahan berlangsung sekitar 2 jam, dari pukul 4 sore hingga menjelang adzan magrib. Basri juga menyatakan tidak ada barang atau pun berkas yang dibawa oleh tim penyidik KPK dari kediaman Rusman. “Ya tidak lama, sekitar 2 jam. Yang lama itu saat meminta kunci kamar, atau dibuka paksa. Kemudian setelah penggeledahan, kami diminta tanda tangan berkas berita acara penggeledahan,” pungkas Basri.

 

Rusman Efendi saat disambangi di kediamannya untuk meminta tanggapannya atas penggeledahan itu, sedang tidak ada di rumah. Begitu juga saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, bakal caleg dari PAN dapil 1 dengan nomor urut 4 itu, dalam keadaan tidak aktif. Kemudian melalui pesan instan WhatsApp, pesan yang dikirim dengan tanda layanan sedang tidak aktif. Hanya saja terlihat pemberitahuan di layar pesan terakhir dilihat pada tanggal 30 Agustus pada pukul 16.03.

 

(row)