Molor, Pelaksana Rehab Masjid Agung Didenda Rp1,7 Juta Perhari

Molor, Pelaksana Rehab Masjid Agung Didenda Rp1,7 Juta Perhari

64
0
BERBAGI

KALIANDA – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan kenakan pinalti Rp 1,7 juta per hari kepada PT Asmi Hidayat selaku penyedia jasa Kegiatan rehab Masjid Agung Kalianda tahun anggaran 2018. Pengenaan denda ini diberikan setelah penyedia jasa tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan dari waktu yang tertera dalam kontrak kerja.

“Progres akhir prestasi dari penelitian kami untuk kegiatan rehab Masjid Agung sebesar 80,26 persen. Jadi dari sisa itu, perhitungannya dikenakan denda sebesar 1,7 juta per hari dengan perpanjangan kontrak selama 50 hari kalender. Sedangkan pinalti itu terus diakumulasi hingga pekerjaan selesai hingga 100%,” terang Deden Ridwansyah, Asisten Tekhnis Bidang Bina Bangunan (dulu cipta karya) PUPR di ruang kerjanya, Kamis (10/1/2019).

Menurut Deden, kontrak kerja PT Asmi Hidayat berakhir per tanggal 10 Desember 2018. Kemudian sesuai permohonan penyedia jasa, maka diberikan addendum (perpanjangan kontrak) selama 50 hari kalender dengan konskwensi dikenakan pinalti 1,7 juta per hari.

“Dari pantauan tehknis kami, progres pekerjaan untuk rehab masjid agung sebesar 0,5 persen per hari. Sehingga perkiraan akan selesai 100 % sekira awal Februari mendatang,” imbuh Deden.

Sebelumnya diwartakan, Kegiatan rehab Masjid Agung Kalianda dengan nilai kontrak fantastis hingga Rp 9.940.000.000,- dari APBD 2018 oleh PT Asmi Hidayat molor dari jadwal, bahkan telah berganti tahun belum juga terselesaikan. Dari pantauan, beberapa pekerja masih terus melakukan pekerjaan di proyek itu .

“Setahu saya jika ada keterlambatan masa kerja, ada beberapa opsi yang bisa diberikan oleh satker kepada penyedia jasa, yakni pemutusan kontrak, kemudian addendum (perpanjangan kontrak). Artinya untuk addendum, yang terlambat penyelesaian pekerjaannya akan dikenai denda sesuai ketentuan,” ungkap Ketua KNPI Lampung Selatan, Firman Syahib, Rabu (9/1/2019) seraya menambahkan bahwa ada syarat tertentu agar dapat diberikan addendum.

 

(row)