Proyek Pembangunan Gedung BPKAD Lamsel Mangkrak?

Proyek Pembangunan Gedung BPKAD Lamsel Mangkrak?

96
0
BERBAGI

KALIANDA – Proyek rehabilitasi gedung kantor BPKAD Kabupaten Selatan senilai Rp4.932.900,-  dari APBD 2018 diduga  mangkrak. Betapa tidak, pelaksanaan yang diperkirakan dimulai pada Mei tahun lalu, sejak akhir Desember terlihat tidak dilanjutkan. Dari pantauan, gedung itu hanya terbangun kerangka atau struktur bangunan saja yang diperkiran memiliki 3 lantai.

 

“Iya bang, sepertinya tidak dilanjutkan. Berbeda dengan proyek masjid agung, meski ganti tahun pekerjaan terus dilanjutkan. Kalau pembangunan kantor ini terlihat sama sekali tidak ada aktifitas lanjutan pembangunan, hanya ada beberapa pekerja yang sedang bersih-bersih dan beres-beres alat. Sayang ya bang, padahal kan anggaran pembangunan itu lumayan besar, hampir 5 miliyar,” ujar Muhamad Ilham, warga Kalianda, Kamis (10/1/2019)

 

 

Menurut Ilham, kemungkinan proyek itu tidak dilanjutkan karena telah diputus kontrak oleh satker yang berwenang. “Mungkin putus kontrak, soalnya kan sudah ganti tahun, tapi proyek pembangunan gedung belum selesai, itu coba lihat cuma dinding-dinding begitu aja kaya rumah setengah jadi,” imbuh Ilham saat bincang di sekitaran lokasi proyek.

 

Sementara, Asisten Tekhnis (Astek) Bidang Bina Bangunan Dinas PUPR setempat, Deden Ridwansyah saat ditemui di kantornya  membantah jika kegiatan pembangunan gedung itu mangkrak. Dikatakanya, jika kegiatan rehab gedung dengan nomor kontrak 002/KTR/BB.05/PUPR/LS/2018 itu telah dilakukan Profesional Hand Over (PHO) tertanggal 25 Desember 2018.

 

“Sudah, sudah PHO. Ini kegiatan tahap pertama. Kegiatan tahap kedua kemungkinan akan di lelang pada Mey mendatang dengan estimasi pagu anggaran sekitar 3,2 Miliyar,” ujar Deden memberikan jawaban yang sangat tidak diduga ini, Kamis.

 

Menurut Deden, kegiatan rehab ini kegiatan tahun tunggal. Berbeda dengan kegiatan tahun jamak (multi years), pada pelaksanaan tahun kedua tetap dilaksanakan oleh penyedia jasa awal. “Karena ini sistem tahap, maka pada tahap kedua, awal kegiatan tetap dilakukan lelang secara terbuka untuk mencari pemenang sebagai pelaksana keguatan,” kata Deden.

 

(row)