Home Hukum Anggaran Makan Rp1M Sosialisasi SMS Center 2018 Kominfo Lamsel Dikorupsi?

Anggaran Makan Rp1M Sosialisasi SMS Center 2018 Kominfo Lamsel Dikorupsi?

1,451 views
0

KALIANDA – Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lampung Selatan ditengarai laksanakan kegiatan fiktif sebesar Rp1,2 M di tahun anggaran 2018 silam. Di dalam kegiatan sosialisasi SMS Centre SMS ke nomor 08117281000, pagu kegiatan sekitar Rp1 miliar untuk biaya makan-minum dan ┬ádana pendukung kegiatan Rp200juta.

Namun, menurut sumber di Kominfo bahwa kegiatan tersebut fiktif. Uang makan hampir Rp1 M itu tidak sampai separuhnya dibelanjakan untuk makanan.

“Nasi bungkus pakai telor, yang masak pihak desa. Bahkan saya turut membantu membungkus nasi di salah satu balai desa di Kecamatan Natar,” ujar ASN di Kominfo ini.

Menurut dia, memang ada pemesanan nasi melalui katering, namun jumlahnya tidak banyak. Pemesanan makanan melalui katering itu hanya untuk beberapa tamu undangan, seperti uspika setempat dan beberapa  pejabat dari kabupaten.

“Malam pelaksanaannya bertepatan dengan kejadian musibah Tsunami Sabtu 22 Desember 2018. Belum selesai acara, kami langsung pulang karena ada informasi kejadian musibah tsunami,” imbuh dia.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Sefri Masdian menolak menjelaskan, dia menyarankan agar bertanya langsung ke PPTK kegiatan, Heri Wiono.

“Saya rasa kegiatan sudah sesuai dengan aturan. Silahkan saja langsung ke PPTK, Heri,” tukas dia singkat, Selasa 13 Mei 2020.

Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Heri Wiono saat dihubungi bungkam. Berkali-kali pesan yang dikirim, walaupun dengan tanda telah dibaca namun tak dibalas.

Namun begitu, jika kita asumsikan harga satuan nasi kotak Rp17.500 dengan dana Rp1 Miliar, maka akan terbeli sekitar 57 ribu nasi kotak dengan lauk-pauk lengkap. Dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kecamatan Natar pada tahun 2018 sekitar 180 ribu jiwa, artinya hampir 25 persen penduduk Kecamatan Natar menerima nasi kotak tersebut.

“Atau asumsinya, jumlah penduduk di Kecamatan Sidomulyo yang kurang lebih 57ribu jiwa, artinya dari yang baru lahir sampai yang kakek-nenek seluruh penduduk di Kecamatan Sidomulyo mendapatkan makan nasi kotak tersebut,” kata ASN Kominfo tadi.

(row)