Home Daerah Awalnya Petani Cabai, Kini Sambudi Berhasil jadi Penangkar Bibit Bawang Merah

Awalnya Petani Cabai, Kini Sambudi Berhasil jadi Penangkar Bibit Bawang Merah

251 views
0

PRINGSEWU – Berkat keuletannya dalam usaha tani, Sambudi, warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu berhasil membudidaya bawang merah jenis Bima Brebes.

Selain membudidaya bawang merah untuk konsumsi (dijual), mantan pensiunan penyuluh pertanian ini, kini juga menangkar bibit bawang merah jenis Bima Brebes.

Usaha budidaya bawang merah ditekuni Sambudi sejak September 2019 lalu dengan memanfaatkan lahan seluas 0,5 hektar.

“Waktu itu kebetulan saya dapat program bawang merah dari dinas pertanian pringsewu. Setelah itu, saya terus termotivasi untuk membudidaya bawang merah ini”, jelas Sambudi kepada wartawan Lampungraya.id., saat bertandang kelahan budidayanya yang terletak di RT 03 LK VII Kelurahan Fajaresuk, Senin (21/09/20).

Paska panen dan melihat harga bibit bawang yang lumayan tinggi, Sambudi terpikir untuk membuat bibit bawang secara mandiri. Ia kemudian melakukan uji coba penangkaran bibit bawang merah. Mulai dari yang melalui proses di tarang dan juga di klantang.

Ada tiga cara pembuatan bibit bawang yang sebelumnya pernah Sambudi lakukan. Namun saat ini, ia lebih memilih proses pembuatan bibit bawang merah dengan cara di klantang yakni di jemur dengan memanfaatkan sinar matahari.

Untuk proses pembuatan bibit secara di klantang lanjut Sambudi, mula-mula bawang hasil panen dikata terus di jemur selama 5-7 hari. Selanjutnya, bawang dilakukan penyeleksian, mana yang akan dijadikan calon bibit dan juga untuk konsumsi.

“Untuk yang konsumsi, bawang di pritil (dibuang daunnya) terus dipasarkan (dijual). Sisa dari bawang yang akan dijadikan bibit, terus di jemur selama 3 minggu”, papar Sambudi yang sebelumnya adalah petani cabai.

Cara kedua ucap Sambudi yakni melalui proses di tarang. Bawang merah hasil panen, mula-mula diseleksi kemudian di tarang. “Proses penarangan hingga 60 hari, baru bibit siap di tanam. Selama proses penarangan, bibit dilakukan pengasapan selama 1 bulan di setiap sore hari”, papar Sambudi.

Cara ketiga lanjut Sambudi, bawang merah hasil panen di jemur selama kurun waktu 5-7 hari. Selanjutnya, dilakukan penyeleksian dan pemilihan calon bibit.

Calon bibit hasil seleksi lalu diikat rapih. Selanjutnya diberi kapur plus fungisida dan insektisida yang berbentuk tepung. Adapun fungisida dan insektisida yang digunakan keduanya berbentuk tepung.

“Fungisida dan insektisida ini dicampuri kapur dan ditaburkan ke bawang yang akan dijadikan bibit. Setelah itu didiamkan selama kurun waktu dua bulan”, papar Sambudi.

Selama didiamkan (istirahatkan), calon bibit bawang diberi pengasapan hingga satu bulan. “Pengasapan untuk satu bulan selanjutnya cukup dilakukan dua minggu sekali. Setelah itu, bibit diiris (penges) pada bagian ujungnya dan ditanam”, terang Sambudi.

Keberhasilan Sambudi membudidaya bawang merah jenis Bima Brebes, akhirnya mengundang petani asal kabupaten lain di Lampung melakukan kunjungan kelahannya.

Para petani itu ada yang berasal dari Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan juga Kabupaten Pesisir Barat. (Ful)