Bupati Pringsewu H Sujadi menyerahkan kunci bangunan gedung UPO yang akan menjadi pusat pengembangan pupuk kompos di mataram

GADINGREJO – Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rahayu Pekon Mataram Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, berencana kembangkan pupuk kompos.

Rencana itu menyusul, melimpahnya kotoran hewan (kohe) seperti sapi, kambing dan ayam diwilayah pekon mataraman yang belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Hal itu diutarakan Ngatiman, Ketua Poktan Ngudi Rahayu dihadapan Bupati Pringsewu H Sujadi, disela-sela kegiatan penyerahan sertifikat tanda daftar varietas lokal benih padi lumbung sewu cantik, Senin (18/03/2019).

Menurut Ngatiman, di musim tanam rendeng ini, ia akan melakukan uji coba pembuatan pupuk kompos berbahan dasar jerami padi.

“Jadi, kotoran sapi, kotoran ayam, kambing, akan coba kita campur dengan jerami padi yang sudah di fermentasi ditambah kapur dolomit”, jelas Ngatiman.

Untuk komposisi unsur lainnya sambung Ngatiman, seperti Kalsium diambilkan dari jerami padi. Sementara, untuk unsur N dan P, diambilkan dari kotoran ayam dan kotoran sapi

“Tapi, terlebih dahulu akan kita lakukan uji lab, guna mengetahui kadar dan komposisinya. Setelah itu, baru pupuk kita buat granula. Ini merupakan mimpi saya selama ini”, ungkapnya.

Menurut Ngatiman, pupuk kompos yang dibuat sudah coba di aplikasi terhadap tanaman jagung, dan hasilnya bagus.

“Kalau cuman menggunakan pupuk kimia bersubsidi, hasil panen hanya 8 ton dari lahan seluas 1 hektar. Tapi, setelah kita uji coba menggunakan pupuk kompos, hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektarnya. Kedepan, kita akan uji coba ke tanaman padi sawah”, urainya.

Ngatiman berharap, pupuk kompos yang dikelola Poktan Ngudi Rahayu bisa menjadi peluang usaha sampingan bagi para petani.

“Paling tidak, bisa menciptakan peluang kerja dan ekonomi bagi masyarakat kedepannya”, imbuhnya.

Mendengar apa yang disampaikan Ngatiman, Sujadi langsung mengapresiasi positif.
“Saya sangat mendukung dengan inovasi yang dilakukan petani. Mimpi itu, harus ada lompatan-lompatan yang lebih besar lagi guna bisa mewujudkannya”, ucap Sujadi.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pertanian Gadingrejo Yuni Hartono saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya siap mendampingi Poktan Ngudi Rahayu.

“Standar kualitas akan kita perkuat dengan dilakukan uji lab. Kemudian, pendampingan dari dinas pertanian dan bimbingan teknis juga akan kita lakukan”, katanya.

Yuni menambahkan, pihaknya akan coba fasilitasi apa yang menjadi kendala dan hambatan selama ini.

“Berkaitan dengan sarana dan prasarana akan coba kita usahakan. Harapannya, kualitas daribpupuk kompos ini bisa setara dengan pupuk subsidi dan menjadi produk unggulan di gadingrejo kedepannya”, imbuhnya. (Ful)