Home Daerah Deadline 5 Maret, PT Pos KCU Bandar Lampung Minta Dukungan Pemkab Lamsel

Deadline 5 Maret, PT Pos KCU Bandar Lampung Minta Dukungan Pemkab Lamsel

117 views
0

KALIANDA – Sebagai salah satu BUMN yang berbasis jasa keuangan PT Pos Indonesia mendapatkan amanah penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Sosial Sembako Tunai (BSST) tahun 2022.

Melalui Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Bandar Lampung, Risdayati mengungkapkan permintaan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan dalam beroperasi di wilayah setempat.

“Kami PT. POS Indonesia menjalankan amanat tersebut. Dan untuk di ketahui bahwa kami di targetkan oleh kementerian sosial Republik Indonesia untuk menyelesaikan (Penyaluran) di tanggal 5 Maret 2022 dengan progres 100%. Terkait hal itu kami memohon dukungan pemerintah daerah agar kami dapat menyelesaikan amanah langsung dari bapak Presiden,” ungkap Risdayati di hadapan Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto dalam kegiatan audiens di ruang kerja bupati, Selasa 1 Maret 2022.

Hadir mendampingi Bupati Lampung Selatan dalam acara itu, Sekretaris Daerah Lampung Selatan Thamrin, Asisten Administrasi Umum (Adum) Badruzzaman, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Muhadi, serta Kepala Dinas Sosial Martoni Sani.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto meminta dalam masa pandemi saat ini untuk pola pembagian bantuan kepada masyarakat untuk dapat diatur dengan lebih baik lagi.

Selain itu, ketua DPC PDIP Lamsel itu menyarankan agar pengaturan jadwal penyaluran untuk dapat dilakukan dengan telitii. Hal ini karena kata Nanang, agar tidak terjadi penumpukan, apalagi di masa pandemi saat ini.

“Dalam proses pengambilan per penerima bantuan agar dapat diperhitungkan waktunya, sehingga jadwal yang ditentukan dapat selesai tepat waktu dan tidak menimbulkan masalah seperti penumpukan penerima bantuan, proses yang lama sehingga menjadi pemberitaan yang seolah pemerintah daerah tidak perhatian dengan hal tersebut,” tutur Nanang.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti kemampuan teknis pelayanan dapat ditingkatkan agar efektif dan efesien, agar mempercepat proses sehingga masyarakat penerima bantuan dapat terlayani dengan baik.

“Sekali lagi, saya berpesan untuk teknis pelayanan penyaluran dana bantuan untuk diatur lebih baik, agar tidak terjadi kerumunan dan masyarakat penerima bantuan terlayani dengan baik tentunya dengan proses yang tidak berbelit, yakni singkat, cepat dan tepat,” pungkas Nanang.

Dalam kesempatan itu, Risdayati menjelaskan basis bisnis PT. POS Indonesia. Menurut wanita berhijab ini, secara garis besar PT Pos melayani dua hal yaitu bisnis kurir dan bisnis logistik, bisnis kurir seperti pengiriman surat-surat atau dokumen penting dan untuk logistik seperti pengiriman barang-barang dalam jumlah besar.

“Kedua layanan tersebut mencakup layanan pengiriman dalam negeri dan luar negeri, dan di Lampung Selatan masih banyak UMKM dan industri melakukan pengiriman melalui jasa tersebut dan kami ingin berkontribusi dan menggandeng UMKM untuk layanan tersebut,” ucapnya.

Lanjutnya, Bisnis berikutnya yang di miliki PT POS Indonesia adalah bisnis jasa keuangan yang sudah familiar sejak dulu seperti weselpos hingga sampai saat ini masih konsisten, namun pihaknya melakukan inovasi bukan hanya wesel cash to cash tetapi juga dapat dikirim langsung ke rekening dengan cara datang ke kantor pos menyetorkan cash kemudian dikirim ke rekening tujuan oleh pihak PT. POS Indonesia.

(row/kmf)