Home Daerah Deklarasi 11 Ormas dan LSM Siap Dukung dan Menangkan Bacabup Hipni di...

Deklarasi 11 Ormas dan LSM Siap Dukung dan Menangkan Bacabup Hipni di Pilkada 2020

187 views
0

LAMPUNG SELATAN — Deklarasi 11 Lembaga/Elemen Ormas menyatakan sikap siap dukung dan memenangkan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Lampung Selatan (Lamsel) H. Hipni, SE dalam Pilkada 2020.

Pernyataan sikap dinyatakan dirumah kediaman Syaifulloh, SH. MH. Ketua Ormas Laskar Merah Putih, di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (26/6/2020), dengan suasana kekeluargaan.

Adapun Ormas yang menyatakan sikap.
1. Laskar Merah Putih (Syaifulloh) 2. LSM Bakornas-Pwi (Herry) 3. LSM Kekar (Haris Sutiawan) 4. TTKDH (Rudi Topan) 5. Pejuang Siliwangi Ind (Dr. Sutomo Hendra) 6. Ormas Libas (Khoidir) 7. LSN Berkordinasi (Suryadi) 8. Komando Brigade 411 (Mahfud Al Azom)
9. Ormas JPKP (Yul Bahtiar) 10 .Ormas DJM Tiga Pilar (Pardi) 11. LSM Peduli Hukum (Imam).

Dari pantauan awak media, satu persatu Ketua Ormas memperkenalkan diri dan langsung menyatakan sikap siap mendukung serta siap memenangkan H. Hipni, SE dalam pencalonan Bupati Lamsel.

Ketua Laskar Merah Putih Lamsel, Syaifulloh, SH. MH. mewakili 11 Ormas mengatakan, dirinya bersama 11 Ormas sepakat mendukung dan memenangkan Bakal Calon Bupati Lamsel H. Hipni, SE.

“Dalam silaturahmi ini, pada perinsifnya 11 ormas ini solid untuk mengarah dan memenangkan serta ikut berjuang bersama Bakal Calon Bupati Lamsel H. Hipni, SE,” kata Syaifulloh dihadapan H. Hipni, SE dan 11 Ormas.

“Tanpa saya arahkan, ternyata 11 ormas sudah kompak menyatakan sikap untuk mendukung dan memenangkan H. Hipni, SE. Kami siap berjuang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bakal Calon Bupati Lamsel H. Hipni, SE mengucapkan rasa bersyukur dan terimakasih atas pedulinya 11 Ormas tersebut.

“Terimakasih saudara-saudara ku, saya bersyukur dengan adanya kepedulian kalian dan siap berjuang bersama saya untuk memenangkan saya dalam Pilkada 2020,” kata H. Hipni, SE pengusaha muda di Lamsel itu.

Lanjutnya, Hipni mengungkapkan bahwa kehadirannya ini merupakan bentuk komitmennya untuk maju Pilkada Lampung Selatan dengan diusung oleh partai ber-Koalisi.

Dimana menurut dia, gagasan untuk membangun Lampung Selatan dengan berbasis usaha pertanian merupakan gagasan yang akan menjadi komitmennya bersama dalam membangun ekonomi masyarakat Lamsel.

“Kami hadir disini merupakan bentuk komitmen untuk turut berjuang membangun Lampung Selatan yang lebih baik lagi. Dimana Lampung Selatan dengan mayoritas penduduknya mendapatkan mata pencaharian dari pertanian. Dan 70 persen pemanfaatan lahan juga pertanian, maka maju pertanian, maju masyarakatnya dan maju daerah Kabupatennya,” tutur Hipni.

Hipni juga mengatakan dirinya mendengar dan mengalami langsung. Jadi petani tidak muluk-muluk ketika pemerintah tak bisa menaikkan harga, tetapi pemerintah harus bisa menurunkan biaya produksi. Petani ini harus diberikan pengetahuan. Petani ini potensi bisnis, tetapi bukan pekerjaan warisan. Kalau dari segi bisnis dibiarkan petani ini minus.

“Misalnya ada 1 hektare tanah garapan hasilnya rata-rata 8 ton, kemudian dalam satu KK ada tiga tenaga kerja. Ketika berbicara UMR misal Rp2,5 juta per orang. Kalau dikalikan tiga itu sudah Rp7,5 juta. Kalau lima bulan sudah berapa. Nah, kalau 8 ton itu dijual dengan harga panen, dengan harga gabah Rp4 ribu per kg dan jagung Rp2.500 per kg, untuk menutupi tenaga kerjanya saja sudah minus. Belum lagi biaya produksi,” ujarnya.

“Di sini pemda bisa mengambil peran agar cost produksi pertanian bisa lebih rendah. Misalnya membenahi jalan-jalan pertanian. Sebab ini yang menjadi persoalan. Jika itu dilakukan, maka akan menekan cost produksi. Misalnya dengan kondisi jalan rusak per dua karung ongkosnya Rp50 ribu, bisa saja kalau jalannya mulus kan hanya Rp20 ribu. Kalikan saja kalau berkarung-karung, kan selisihnya besar juga. Sebab, pertani ini tidak melihat harga mahal atau tidak. Harga mahal kalau cost produksi tinggi juga sama saja. Kalau harga rendah, cost-nya kecil, tetapi bisa lebih menguntungkan saya kira bagus. Sebab, petani juga tidak untung besar, yang penting pangannya terjaga,” pungkasnya.

(yg)