Beranda Daerah Di Gadingrejo 1 Ha Puso, Hama Wereng Serang Tanaman Padi di Kabupaten...

Di Gadingrejo 1 Ha Puso, Hama Wereng Serang Tanaman Padi di Kabupaten Pringsewu

69 views
0

 

PRINGSEWU – Populasi dan serangan hama wereng, terjadi pada tanaman padi milik warga di Kabupaten Pringsewu.

Sedikitnya, satu hektar tanaman padi milik warga di wilayah Kecamatan Gadingrejo yang tersebar di tiga (3) pekon yakni bulukarto, gadingrejo dan wates terserang wereng dan puso.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Gadingrejo Hendri saat dikonfirmasi wartawan lampung raya menjelaskan, ada tiga serangan hama yang terjadi pada tanaman padi milik warga.

Serangan hama itu lanjut Hendri yaitu werengan, blass daun dan penggerek batang. “Rata-rata, usia tanaman padi yang terserang wereng 75 HST, dengan varietas ciherang dan mikongga”, ucap Hendri.

Sementara lanjut Hendri, untuk tanaman padi yang terserang blass daun ada di pekon kediri, dengan luasan mencapai 1 Ha.” Varietasnya Ciherang dan usia tanam 45 HST”, sebut Hendri.

Untuk serangan hama penggerek batang sambung Hendri, terjadi pada tanaman padi di areal wates timur dan parerejo, dengan luasan mencapai 2 Ha. “Tanaman padi yang terserang penggerek batang ini, usia tanamnya 65 HST”, ujarnya.

Menurut Hendri, ciri dari tanaman padi terserang penggerek batang, dapat dilihat dari tidak keluarnya malay. “Biasanya, serangan ini akan muncul pada masa-masa vegetatif (pertumbuhan)”, ujarnya.

Sementara itu, serangan hama wereng juga terjadi pada tanaman padi di Kecamatan Ambarawa, yakni pada hamparan sawah di Pekon Kresnomulyo dan Ambarawa.

“Untuk yang di kresnomulyo, luasan 5 ha dan sudah dikendalikan. Sementara, untuk yang di ambarawa luasanya mencapai 25 ha, juga sudah kita kendalikan”, terang Petrus, Petugas POPT Kecamatan Ambarawa.

Petrus mengemukakan, rata-rata varietas dari tanaman padi yang terkena serangan hama wereng, merupakan varietas lokal seperti turunan mapan 09.

“Pemicu serangan wereng ini lantaran prilaku dari petani itu sendiri. Varietas tidak memenuhi syarat, pestisida yang digunakan juga yang buka direkomendasikan”, tandas Petrus.

Kondisi yang sama juga terjadi di pesawahan di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Dimana, upaya pengendalian terhadap serangan hama wereng ini terus dilakukan petugas dan juga petani, guna meminimalisir meluasnya serangan.

“Kalau untuk di sukoharjo, tanaman padi yang terserang wereng ada 1,5 Ha. Varietasnya bagaswara dan bukan yang kita anjurkan”, ungkap Sangidun.

Sangidun menambahkan, pemicu dari munculnya serangan hama wereng ini, selain karena tingginya tingkat kelembaban, juga akibat prilaku dari petani itu sendiri.

“Petani tidak menerapkan sistem jejer legowo. Lokasi tanaman padi yang terserang wereng berlokasi tidak jauh dari mapolsek sukoharjo,”, imbuhnya. (Ful)