Home Daerah Dipekerjakan di SPA Plus-plus, Anak di Bawah Umur Asal Pagelaran jadi Korban...

Dipekerjakan di SPA Plus-plus, Anak di Bawah Umur Asal Pagelaran jadi Korban Traficking

195 views
0
ML dan EL, remaja putri asal Kecamatan Pagelaran saat kepulangannya bersama Siwi Lestari dari Bandara Raden Intan II

PRINGSEWU – ML (17) dan EL (16), dua remaja putri asal Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu jadi korban traficking (perdagangan orang).

Terungkapnya kasus perdagangan orang ini, setelah Vera Meyrawati Ramita dari UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Sidoharjo, menghubungi salah seorang pengurus LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Pringsewu, Siwi Lestari.

Menurut Siwi yang berhasil menjemput kedua remaja putri tersebut di Bandara Raden Intan II kepada wartawan Lampungraya.id., mengatakan, keduanya direkrut oleh “G” dan ditawari bekerja di SPA di Batam, dengan gajih 6 juta/bulan.

“Tanggal 4 Maret 2020, G mempertemukan M dan E, dengan RD, perempuan yang tinggal di Kecamatan Adiluwih. RD ini juga yang menjamin keberangkatan M dan E, hingga Ambon”, jelas Siwi, Minggu (22/03/2020).

Tepat pada tanggal 6 Maret 2020, RD, M dan E dari Adiluwih, berangkat menuju Bandara Raden Intan II dengan menggunakan roda empat.

“Sesampainya di Ambon, keduanya ternyata tidak hanya dipekerjakan di SPA. Mereka juga dipaksa melayani lelaki hidung belang”, terang Siwi.

Setelah sempat bertahan tinggal di mess tempat keduanya bekerja selama 10 hari, M dan E yang merasa sudah dibohongi oleh RD lanjut Siwi, berusaha kabur, dengan alasan hendak melaundry pakaian.

“Keduanya naik grab car menuju Bandara Patimura, dengan tujuan Surabaya. Tetapi, sesampainya di Bandara Djuanda, M dan E dihampiri laki-laki bertubuh kekar yang bermaksud menangkapnya, dengan dalih keduanya mencuri handphone”, papar Siwi.

Percecokan pun terjadi hingga terdengar oleh salah seorang personil TNI AL, yang akhirnya berusaha menggeledah tas milik keduanya dan ditemukanlah kartu pelajar.

“Curiga dengan gelagat laki-laki itu, personil TNI AL tersebut berusaha mengamankan M dan E. Ia kemudian berusaha menghubungi UPTD PPA Sidoharjo untuk menjemput keduanya”, ucap Siwi.

Sesampainnya di Kabupaten Pringsewu, keduanya akhirnya diserahkan kepada kedua orangtua masing-masing.

“Jumat, 20 Maret 2020 kemarin, saya jemput keduanya di Bandara Raden Intan II, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Ketua LPA Kabupaten Pringsewu. ML dan EL diantar bu vira dari Sidoharjo, Jawa Timur hingga Pringsewu dan diserahkan secara resmi kepada LPA Kabupaten Pringsewu”, ujar Siwi. (Ful)