Home Daerah Distan Pringsewu Dorong Percepatan Tanam dan Ganti Varietas di MT Gadu

Distan Pringsewu Dorong Percepatan Tanam dan Ganti Varietas di MT Gadu

25 views
0
Petani di wilayah kecamatan gadingrejo mulai olah lahan memasuki musim tanam gadu

PRINGSEWU – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pringsewu dorong petani (pelaku utama) lakukan percepatan tanam, sekaligus ganti varietas di musim tanam (MT) gadu 2019-2020. Adapun varietas yang direkomendasikan yakni Inpari 42-43 yang sudah dilakukan uji adaptasi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) pada Distan Kabupaten Pringsewu, Dwi Sulistyo saat dikonfirmasi menjelaskan, langkah percepatan tanam dilakukan mengingat akan terjadi kekeringan memasuki Agustus mendatang.

“Percepatan tanam ini dalam rangka mengantisipasi kegagalan panen akibat musim kemarau. Sebab, BMKG memprediksi, puncak kemarau akan jatuh di Bulan Agustus”, jelas Dwi kepada wartawan Lampungraya.id., Jumat (15/05/2020).

Sementara lanjut Dwi, mengantisipasi serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC), pihaknya juga merekomendasikan pergantian varietas benih padi di MT gadu ini.

“Pergantian varietas ini sesuai arahan dari balai proteksi hama dan penyakit yang memprediksi akan timbul serangan WBC di MT gadu. Varietas benih padi yang kita rekomendasikan yakni Inpari 42 dan 42”, papar Dwi.

Pilihan terhadap varietas Inpari 42 dan 42 sebut Dwi, mengingat kedua varietas tersebut cukup kuat terhadap serangan hama.

“Sebab, berdasarkan pengamatan yang kita lakukan pada MT gadu di tahun lalu, didapati adanya spot-spot hama WBC. Bahkan, di beberapa pekon, petani harus gagal panen lantaran serangan hama WBC ini”, ungkap Dwi.

Menurut Dwi, untuk satu siklus, hama WBC mulai dari telur dan menjadi dewasa membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setelah WBC dewasa, hama tersebut akan bertelur, dimana satu indukan hama WBC mampu menghasilkan telur sebanyak 500 butir.

“Dari telur menetas jadi nimfah dan menjadi dewasa. Hama ini akan menyerang batang tanaman padi, menghisap cairan yang ada hingga membuat batang dan daunnya berwarna ke coklat-coklatan seperti terbakar”, papar Dwi.

Untuk diketahui, selama masa pertumbuhan, setiap lima (5) hari sekali, Nimfa akan berganti kulit (molting). Dimana, pada masa pertumbuhan yang dibarengi dengan molting, Nimfa akan sangat aktif menghisap cairan yang ada pada batang padi. (Ful)