Beranda Daerah Dua Daya Tarik Wisata Sejarah di Sukoharjo belum Di Eksplorasi

Dua Daya Tarik Wisata Sejarah di Sukoharjo belum Di Eksplorasi

61 views
0
Inilah bangunan Monumen Tugu Gajah Mada yang ada di Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo

SUKOHARJO – Dua daya tarik wisata sejarah di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu berupa Monumen CPM Tugu Gajah Mada dan Bukit Silitonga, hingga kini belum di eksplorasi dengan baik.

Kedua daya tarik wisata sejarah ini masing-masing terletak di Pekon Panggungrejo dan Sukoharjo IV.

“Bangunan monumen gajah mada ini merupakan tempat dimana Laskar CPM Garuda Lampung tinggal dan bertahan saat itu. Lokasinya bersebrangan dengan gereja kerasulan baru (GKB)”, jelas Supartono, Senin (17/02/2020).

Menurut Supartono, pihaknya dan juga masyarakat berharap adanya penataan terhadap Monumen Tugu Gajah Mada. “Di areal monumen bisa dibuatkan taman untuk sekedar singgah dan duduk-duduk. Selain itu juga, dibautkan lampu penerangan”, sebut Supartono.

Menurut Supartono, Monumen Tugu Gajah Mada didirikan pada tahun 1988 oleh CPM Garuda Hitam Bandarlampung, dan diresmikan oleh Gubernur Lampung Poedjono Prayoto.

Lokasi persis masuk Dusun II RT 03 Jalan Kapten CPM Suratno, atau berseberangan dengan gereja kerasulan baru (GKB) Panggungrejo.

“Monumen dibangun diatas laha milik almarhum bapak Mustazam, warga asli panggungrejo. Lahan itu sengaja beliau hibahkan waktu itu”, terang Supartono.

Bukit Silitonga yang ada di Pekon Sukoharjo IV

Senada disampaikan Kasiban, Pj Kepala Pekon Sukoharjo IV. Ia meminta supaya Bukit Silitonga bisa dikembangkan menjadi objek wisata sejarah.

“Bukit Silitonga ini merupakan aset daerah. Bukit ini dulunya menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan pimpinan Idrus Siltonga, menghadapi serangan udara belanda kala itu”, ucap Kasiban.

Sementara itu, Supartono, salah seorang warga di Pekon Sukoharjo IV mengatakan, awalnya di bukit silitonga ada semacam lorong.

“Tapi lorong itu, sudah lama ditutup oleh warga. Dulunya, menjadi tempat persembunyian para tentara pejuang dari serangan belanda yang datang dari arah gadingrejo”, sebut Sukartono. (Ful)