Home Daerah Empat Objek Wisata di Gadingrejo, Kini Tinggal Cerita dan Kenangan

Empat Objek Wisata di Gadingrejo, Kini Tinggal Cerita dan Kenangan

331 views
0
Salah satu daya tarik wisata di puncak BLT Kecamatan Gadingrejo
Salah satu daya tarik wisata di puncak BLT Kecamatan Gadingrejo

PRINGSEWU – Empat objek wisata di Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu yang sempat “booming” di tahun 2017, kini hanya tinggal kenangan dan cerita.

Keempat objek wisata itu yakni Bukit PJR dan Bukit Mente di Pekon Panjerejo, serta Bukit BLT dan Bukit Nusantara di Pekon Blitarejo.

“Sudah sepi dan gak ada lagi pengunjung yang datang mas sejak akhir 2017 lalu. Hanya bertahan sekitar satu tahunan lebih mas”, jelas Bambang Suharyanto, salah seorang pengelola Bukit PJR yang berhasil ditemui wartawan lampungraya.id, Kamis (25/04)

Menurut Bambang, saat pertamakali dibuka di tahun 2016 lalu, Bukit PJR tidak pernah sepi disetiap minggunya dan selalu ramai dikunjungi orang dari berbagai kalangan, termasuk dari Bandarlampung.

“Bahkan waktu itu, sempat 2 ribuan pengunjung dalam sehari yang datang dan buka tenda disana. Tapi sekarang, sudah tidak ada lagi pengunjung dan tutup”, ungkap Bambang yang juga sebagai Ketua BHP di Panjerejo ini.

Akibat sepi dari pengunjung serta tidak dijaga dan dirawat lagi, empat bangunan rumah pohon yang menjadi salah satu daya tarik dari di Bukit PJR, kini sudah hancur.

“Sekarang, lokasinya juga dipenuhi semak belukar dan rumputnya juga tinggi-tinggi mas. Rumah pohonnya juga sudah pada rusak dan hancur”, terang Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu Samsir Kasim saat dikonfirmasi mengaku tidak tau dan sangat menyayangkan.

“Dulu kita sempat berkunjung kesana, pemandangannya cukup bagus. Padahal, kalau itu bisa dikelola dengan baik bisa jadi aset pekon”, ucap Samsir.

Sebaliknya, Samsir menduga tutupnya empat objek wisata itu lantaran buruknya manajemen yang diterapkan.

“Seharusnya, warga yang mengelola objek wisata itu bisa melakukan riset kecil-kecilan. Dengan begitu, saat pengunjung ramai, pengelola tidak bingung”, sebut Samsir.

Sementara itu, berdasarkan SK Bupati Pringsewu Nomor B/483/KPTS/D.01/2016, ada 14 objek wisata yang sudah diakui dan bakal dikembangkan.

Dari ke-14 objek wisata itu yakni Kampung Kain Perca di Sukamulya Kecamatan Banyumas.

Kemudian, Tugu Selamat Datang di Pekon Wates, Pura Giri Sutra Mandala dan Telaga Gupit di Pekon Mataram, Rumah Adat Jawa di Pekon Wates Timur, Wisata Belanja dan Kuliner Tugu Gajah Kecamatan Gadingrejo.

Kampung Gerabah di Pekon Podomoro, Rumah Adat Lampung Papadun di Pekon Margakaya, Wisata Kuliner dan Taman Hiburan Pendopo Kecamatan Pringsewu.

Rumah Adat Lampung Saibatin di Pekon Pardasuka Kecamatan Pardasuka, Telaga Ngudi Rukun di Pekon Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo.

Wisata Hutan Kota Talang dan Bukit Pangonan Fajaresuk, Wisata Religi Makam KH Ghalib dan Goa Maria Laverna di Kecamatan Pringsewu. (Ful)