Home Daerah Gadingrejo Timur, Manfaatkan DD untuk Tujuh Item Kegiatan Fisik

Gadingrejo Timur, Manfaatkan DD untuk Tujuh Item Kegiatan Fisik

56 views
0

GADINGREJO – Memanfaatkan Dana Desa (DD) tahap II di tahun 2019 ini, aparatur di Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, laksanakan tujuh (7) item kegiatan fisik.

Dari tujuh item kegiatan fisik ini, keseluruhannya merupakan program skala prioritas yang menjadi hasil musyawarah di tingkat dusun dan pekon/desa.

Endrasyanto, Kaur Kesra mendampingi Kepala Pekon Gadingrejo Timur Ali Musa menjelaskan, ke tujuh (7) item kegiatan fisik itu yakni pembangunan tugu gapura, drainase, jalan rabat beton, talut penahan tanah (TPT) dan Poskesdes.

“Pembangunan gapuran dilaksanakan di dua titik yakni di dusun 2 dan dusun 1. Rabat Beton juga dilaksanakan di dua
titik seperti di dusun 2”, ungkap Endras.

Menurut Endras, pembangunan gapura memiliki diameter lebar yakni 6 meter, dengan ketinggian bangunan mencapai 4,5 meter.

“Kalau untuk drainase, panjang nya 450 meter dengan type 40. Kegiatan ini menyerap anggaran sebesar 113 juta. Untuk dua gapura, memang menyerap anggaran yang berbeda yakni 37 juta dan 24 juta rupiah”, urai Endras.

Sementara itu, Camat Gadingrejo Yuli Susapto mengimbau, apa yang sudah di bangun, baik itu berupa jalan, gapura, drainase dan juga lainnya bisa di jaga dan dirawat dengan sebaik mungkin.

“Yang terpenting adalah, bagaimana masyarakat dan per angkat pekon, sama-sama bisa menjaga aset bangunan yang ada, untuk kemaslahatan bersama. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan dana cukup besar, sebagai langkah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat”, ucap Yuli.

Menurut Yuli, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah, bagaimana perangkat pekon bisa besikap terbuka dalam mengelola DD yang diterima.

Bentuk transparasi dimaksud sebut Yuli, salah satunya dengan dipasangnya banner informasi kegiatan di lokasi, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya kegiatan.

“Selain itu, pengerjaannya juga harus melibatkan masyarakat, sebab dilaksanakan dengan sistem swakelola. Harapannya, ini bisa membuka peluang pekerjaan bagi warga setempat yang memiliki keterampilan di bidang bangunan”, imbuh Yuli. (Ful)