Home Hukum Jaksa KPK Putar Rekaman Percakapan Sebut Nama Ketua Partai

Jaksa KPK Putar Rekaman Percakapan Sebut Nama Ketua Partai

152 views
0

BANDARLAMPUNG – Sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek Dinas PUPR Lampung Selatan dengan terdakwa Agus BN, terungkap fakta adanya rekaman percakapan antara mantan Kadis PUPR Anjar Asmara dan Kabid Pengairan Syahroni.

 

Dalam rekaman percakapan itu sempat disebut nama salah seorang ketua partai di Lamsel berinisial BA. Bahwa dalam percakapan itu, BA meminta kepada Anjar Asmara untuk segera melelang ‘jatah’ proyek milik DPRD.

 

 

Sidang dengan agenda menghadirkan 2 saksi meringankan (a de charge) dari DPRD Lamsel, Andi Aprianto ketua fraksi PKS dan Sunyata sekretaris fraksi PDIP  digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, (28/2/2019)

 

 

“Saya minta kepada jaksa KPK untuk memperdengarkan rekaman percakapan itu di dalam persidangan ini,” kata ketua tim kuasa hukum, Sukriyadi Siregar.

 

Ketua majelis hakim Mansyur Bustami sempat menyarankan untuk tidak diputar. “Saya rasa kurang relevan lah, itu rekaman pembicaraan antara Anjar dan Syahroni, membahas permintaan pihak ketiga,” kata Mansyur.

 

“Ya tapi jika dirasa perlu, dan jaksa memang sudah mempersiapkan (rekaman) untuk diperdengarkan, silahkan,” imbuh Mansyur.

 

Setelah disepakati oleh para pihak, rekaman percakapan tersebut akhirnya diputar oleh jaksa dan diperdengarkan dengan pengeras suara.

 

“Kepada saudara saksi Andi, anda tahu nama Bowo yang disebut dalam rekaman tadi?” tanya Sukriyadi Siregar.

“Kalau Bowo ya ketua saya, ketua DPD PKS Lampung Selatan. Kalau saya ketua fraksi,” timpal Andi.

 

“Jadi anda tahu soal plotting proyek di DPRD yang dibahas dalam rekaman? ” kejarnya lagi.

 

“Saya rasa kurang relevan lah kalau saya yang menjawab, karena yang dibahas dalam rekaman itu bukan saya,” elak Andi.

 

“Bagaimana saudara saksi, apakah anda ikut mendapatkan plotting proyek itu?” tanya hakim. “Tidak yang mulia,” jawab Sunyata. ¬†“Atau anda mengetahui adanya plotting proyek di DPRD?” imbuh Mansyur. ¬†“Tidak yang mulia, kami tidak pernah dapat proyek, dan tidak pernah tahu ada plotting proyek,” ujar Sunyata.

 

(row)