Home Daerah Lampung Selatan Krisis Alat Testing Covid-19

Lampung Selatan Krisis Alat Testing Covid-19

179 views
0

KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan diyakini alami krisis rapidtes antigen, alat tes Covid-19. Hal ini terungkap setelah Kepala Dinas Kesehatan setempat, Joniyansah S.KM menyebutkan stok yang dimiliki hanya dikisaran 20 ribuan.

Padahal, sesuai dengan instruksi Mendagri dalam menerapkan PPKM Level IV, Lampung Selatan dengan jumlah penduduk kurang lebih 1,03 juta jiwa, semestinya testing dapat dilakukan 15.456 per hari.

“Testing dalam masa PPKM ini hanya bisa dilakukan 800 maksimal 900 per harinya. Keterbatasan stok alat tes antigen Covid-19 adalah salah satu kendalanya. Kita hanya punya stok sekitar 20 ribuan alat tes cepat antigen,” kata Joniyansah, Jumat 13 Agustus 2021.

Hal ini diperparah dengan tidak dianggarkannya pengadaan untuk alat testing Covid-19 dalam refocussing anggaran dalam APBD 2021.

“Kita akan mengusulkan pengadaan alat testing Covid-19 di APBD Perubahan jelang akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Alhasil, DPRD Lampung Selatan bereaksi. Adalah anggota Komisi IV, Andi Apriyanto mengatakan Pemerintah Daerah tidak cermat dalam melakukan refocussing anggaran. Dimana, masalah se-urgent alat testing Covid-19 luput dalam realokasi anggaran untuk penanganan penyebaran Virus Corona.

“Pertanyaannya kita bisa dapat alat testnya dari mana, karena tidak dianggarkan sebelumnya. Mestinya waktu refocussing dilakukan ini anggaran refocusing saja,” ujar politikus PKS ini, Sabtu 14 Agustus 2021.

Menurut Andi, pemda terlalu over percaya diri dalam melaksanakan refocussing anggaran dengan tidak melibatkan DPRD, bahkan sekedar pemberitahuan saja tidak ada. Namun setelah di desak melalui media, baru TPAD mau ekspos hasil realokasi untuk penanganan Covid-19 tersebut.

“DPRD tidak tahu, karena tidakk ada pemberitahuan. Padahal sebagai mitra kerja tidak ada salahnya DPRD dilibatkan, walapun tidak ada hak dalam bujeting untuk pembahasan anggaran. Kalau sudah seperti ini mau bagaimana, karena sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 itu adalah dengan melakukan testing yang massif,” tukasnya.

Untuk sekedar diketahui, sebagai upaya deteksi dini dan penanganan lanjutan, maka dilakukan penguatan 3 T, yakni Testing, Tracing dan Treatment.

Di dalam  Instruksi Mendagri Nomor 31 tahun 2021, Lampung Selatan diamanatkan melakukan testing  dengan target 15.456 setiap setiap harinya. Testing perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate <10% (sepuluh persen).

Kemudian testing juga perlu terus ditingkatkan terhadap suspek, yaitu mereka yang bergejala, dan juga kontak erat.

Sedangkan untuk tracing perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi. Karantina perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat.

Setelah diidentifikasi kontak erat harus segera diperiksa (entry-test) dan karantina perlu dijalankan. Jika hasil pemeriksaan positif maka perlu dilakukan isolasi.

Jika hasil pemeriksaan negatif maka perlu dilanjutkan karantina. Pada hari ke-5 karantina, perlu dilakukan pemeriksaan kembali (exit-test) untuk melihat apakah virus terdeteksi setelah/selama masa inkubasi. Jika negatif, maka pasien dianggap selesai karantina.

Treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan.

Sementara, Epidemiolog Universitas Indonesia Hermawan Saputra menilai, penurunan kasus harian covid-19  tak menunjukkan bahwa kasus benar-benar turun melainkan karena jumlah testing yang masih rendah.

“Kalau ada penurunan kasus, bukan karena kasusnya turun, tapi spesimennya yang rendah, testingnya,” ucap Hermawan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas minimal angka positivity rate kurang dari 5 persen.

Sementara, berdasarkan update kasus harian Covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan selama 4 hari ini menunjukkan penurunan.

Pada Senin 9 Agustus 56 kasus positif, Selasa 10 Agustus 100 kasus positif, Rabu 11 Agustus 23 kasus, dan Kamis 12 Agustus 27 kasus positif.

(row)