Home Politik Pesisir Kota Bandar Lampung Kumuh, Rycko Sebut Ada Ketimpangan Pembangunan

Pesisir Kota Bandar Lampung Kumuh, Rycko Sebut Ada Ketimpangan Pembangunan

115 views
0

BANDARLAMPUNG – Bakal calon Walikota Bandarlampung, Rycko Menoza SZP, mengaku sangat prihatin dengan kumuhnya daerah-daerah pesisir Kota Bandar Lampung akibat sampah menumpuk di pemukiman penduduk setempat.

“Ini sudah tidak layak, perlu pembenahan, selama ini tidak pernah diperhatikan pemerintah, kasihan masyarakatnya,” kata Rycko Menoza saat mengunjungi pesisir pantai Kelurahan Keteguhan Telukbetung Timur, Bandar Lampung,   Selasa 28 Januari 2020.

Ia mengatakan, dengan kondisi seperti ini tentu sangat mengancam kesehatan warga jika tidak diatasi bersama melibatkan pemerintah dan masyarakat.

“Jika orang dewasa mungkin lebih tahan,  tetapi untuk anak-anak sangat rentan terhadap serangan  penyakit,” kata Rycko.

Ia mengatakan, jika diberikan amanah oleh rakyat, ke depan salah satu prioritasnya nanti adalah membuat wilayah pesisir ini bersih, tertata dan bebas banjir.

Tidak hanya itu, lanjut Rycko, daerah pinggiran juga perlu dibangun infrastruktur yang layak, seperti tidak ada drainase jadi saat hujan deras rumah dan jalan-jalan tergenang air.

“Ini ada ketimpangan pembangunan antara pusat kota dengan daerah pinggiran, daerah pusat kota saja banjir apalagi daerah pinggiran,” kata dia.

Rycko berjanji, daerah pesisir akan menjadi salah satu prioritas pembangunannya jika diberikan amanah rakyat untuk memimpin Kota Bandar Lampung.

“Kita akan lakukan penataan daerah pinggiran agar masyarakatnya hidup dengan layak tanpa adanya pemindahan atau penggusuran,” kata Rycko.

Sebelumnya, Rycko Menoza menyempatkan blusukan ke daerah pesisir di Bandar Lampung, Ia menyatakan sang prihatin dengan kondisi warga setempat.

Ia juga melihat langsung bagaimana kumuh wilayah tersebut, selain sampah masyarakat juga banyak menempati rumah-rumah panggung yang bawahnya terdapat genangan-genangan air yang tercemar sampah rumah tangga.

Rycko juga menemui dan berdialog dengan puluhan setempat untuk menyerap aspirasi mereka terkait berbagai permasalahan dan kebutuhan pembangunan di daerah setempat.

(row)