Home Daerah Refleksi 11 Tahun Pringsewu, FSMPB Ziarah Makam Para Pendiri

Refleksi 11 Tahun Pringsewu, FSMPB Ziarah Makam Para Pendiri

21 views
0
Elemen FSMPB saat ziarah dan tabur bunga di makam para pejuang yang ikut membidani lahirnya Kabupaten Pringsewu di TPU KH.Gholib, Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu

PRINGSEWU – Elemen masyarakat yang tergabung kedalam Forum Silaturahmi Masyarakat Pringsewu Bersatu (FSMPB), berziarah dan mengirim do’a serta tabur bunga ke makam para tokoh yang membidani lahirnya Kabupaten Pringsewu, Sabtu (04/04/2020).

Ziarah dan tabur bunga dimaksudkan sebagai bentuk refleksi, menghargai jasa para tokoh pejuang pendahulu yang turut melahirkan Kabupaten Pringsewu yang kini genap berusia 11 Tahun, pada tanggal 3 April 2020.

Adapun makam para tokoh yang diziarahi FSMPB yakni makam H. Bambang Waluyo Utomo, pernah menjabat Ketua Umum Panitia Pemekaran Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP) serta M. Rifa’i (Sekretaris P3KP), yang keduanya dimakamkan di TPU KH. Gholib, Kelurahan Pringsewu Barat.

Sedang tokoh H.Sugiri Syarif, selaku Ketua Presedium Pusat P3KP, dimakamkan di Al Azhar Memorial Park Karawang, Jawa Barat. Serta tokoh lain yang namanya tidak tercantum pada P3KP.

Ziarah diawali dengan memanjatkan do’a dipimpin oleh ustadz Husein, dilanjutkan dengan tabur bunga dengan tetap mengedepankan jaga jarak sesuai anjuran terkait wabah Corvid-19.

Imom Sutopo, mantan Ketua Harian P3KP mengatakan, ritual ziarah dan kirim do’a serta tabur bunga yang dilakukan bukan untuk mencari perhatian ataupun pencintraan.

“Ini kan hal yang wajar dan manusiawi. Kita harus selalu mengingat para pejuang khususnya yang sudah ikut melahirkan Kabupaten Pringsewu”, ucap Imop.

Imop menjelaskan, seharusnya agenda ziara makam dan tabur bunga dilaksanakan pada 3 April, sesuai dengan hari jadi Kabupaten Pringsewu yakni 3 April 2009.

“Karena ada pertimbangan lain, maka baru kita laksanakan di hari ini. Kegiatan ziaran makam dan tabur bunga ini, akan kita jadikan momentum rutin tahunan setiap tanggal 3 April”, kata Imop.

Sementara, H.Beno, putra kedua dari almarhum H.Bambang Waluyo Utomo didampingi adiknya H. Levi memberi apresiasi kepada FSMPB yang telah mengirim do’a untuk orang tuanya.

Keduanya berharap kepada pemuda dan warga Pringsewu dapat mengikuti jejak almarhum H. Bambang yang selalu ikut berjuang untuk kepentingan masyarakat luas.

“Mari bersama, kita bersatu padu berjuang untuk memajukan Kabupaten Pringsewu yang usianya sudah 11 tahun ini,” ucap Beno yang juga sebagai Ketua DPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pringsewu.

Sementara Sudiyono, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Fraksi Gerindra mengaku, diusianya yang ke-11, kemajuan Kabupaten Pringsewu sudah dapat dilihat dan rasakan, meski belum signifikan.

“Salah satunya kemajuan dalam segi administrasi, Pemkab Pringsewu dinilai cukup bagus. Kedepan agar lebih ditingkatkan lagi,” ucap Sudiyono.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Pringsewu A. Andoyo berharap, sebagai wujud refleksi 11 tahun usia Kabupaten Pringsewu, pemerintah daerah bisa memperhatikan masyarakatnya seperti permohonan untuk merealisasikan ruang terbuka hijau (RTH) yang selama ini masih minim.

“Sebab RTH ini dapat dimanfaatkan untuk bersantai, bersilaturahmi hingga ajang berbagai kreasi anak muda. Jika ini diwujudkan, Pringsewu pastinya akan lebih ramai dan punya wajah. Dan terpenting lagi dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan”, terang Andoyo. (Ful)