Home Daerah Respon Cepat, Tim Monev Pastikan Penyaluran Program Sembako Oleh E-warong

Respon Cepat, Tim Monev Pastikan Penyaluran Program Sembako Oleh E-warong

227 views
0

KALIANDA – Tim monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan program sembako Kabupaten Lampung Selatan merespon cepat adanya laporan masyarakat terkait belum disalurkannya program bansos pangan 2021 sebanyak 2 bulan salur oleh e-warong BRILINK di Desa Beringin Kencana Kecamatan Candipuro.

Tim monev melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial, Yudius Irza mengungkapkan, Tim monev menjumpai ada 21 KPM yang belum menerima sembako 13 dan 14. Untuk itu tim meminta e-warong melaksanakan penyaluran secara bertahap terhadap 21 KPM tersebut.

“Saat di Candipuro kemarin (Rabu), kita sudah minta pernyataan kepada e-warong yang berupa surat bermaterai, agar dapat menyalurkan komposisi sembako ke seluruh KPM langganan. Di surat itu juga, memuat kesanggupan batas waktu penyaluran sesuaiĀ  kesepakatan bersama antara agen BRILINK dan tim monev,” ujar Yudius Irza, Kamis 3 Februari 2022 seraya merinci sembako yang disalurkan berupa 10kg beras, 20 butir telur, 1,3kg ayam hidup, 1kg kentang, 1kg buah apel dan 1/2kg kacang hijau.

Dalam kesempatan itu Yudius mengungkapkan, bahwa monev yang dilaksanakan ini bukan lah dalam rangka untuk mencari-cari kesalahan. Namun begitu, dia menegaskan bahwa monev ini sebagai salah satu upaya dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan.

Dimana dalam monev, terus Yudius, tim kerap menemukan adanya pelaksanaan yang belum sesuai dengan regulasi. Koreksi tim merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam upaya peningkatan kegiatan program bansos pangan.

“Monev ini kan sifatnya pemantauan kegiatan yang sudah berjalan. Untuk mengetahui apa dan bagaimana yang menjadi kendala dalam kegiatan tersebut. Selain koreksi, dari situ kan nantinya kita sudah dapat memproyeksi, kegiatan itu untuk kedepannya akan bagaimana. Potensi kendalanya seperti apa. Kemudian tantangannya juga nanti sudah kita deteksi secara dini. Nah, potensi-potensi masalah seperti itu yang akan kita coba minimalisir. Sehingga harapannya kualitas kegiatan terus meningkat,” imbuhnya.

(row)