Home Daerah RSUD Bob Bazar Tepis Warga Sragi Suspect Corona

RSUD Bob Bazar Tepis Warga Sragi Suspect Corona

333 views
0

KALIANDA – Direktur RSUD Bob Bazar, dr Media Apriliana M.Kes tepis kabar warga Kecamatan Sragi yang diperiksa kesehatannya tadi pagi merupakan pasien suspect Covid-19 yang dirawat di rumah sakit daerah pimpinannya. Menurut Media, warga Sragi tersebut masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (OPD) Covid-19.

“Negatif Covid-19. Namun warga Sragi itu masuk dalam daftar OPD, karena baru pulang dari bepergian untuk bekerja di Saudi Arabia, negara yang terpapar Covid-19 atau lebih dikenal masyarakat Virus Corona,” terang Media, Senin 16 Maret 2020.

Dikatakan Media, penanganan warga tersebut hanya pemeriksaan medis umum, yakni  pemeriksaan fisik menyeluruh. Pihak RSUD, kata Media tidak melakukan tes kesehatan secara laboratorium. Karena pasien tersebut tidak menunjukkan suspect Covid-19. Yakni gejala flu dengan disertai demam dan sesak nafas.

“Pasien datang dengan keluhan sakit di tenggorokan. Setelah diperiksa, akhirnya kami memperbolehkannya pulang, karena dari hasil pemeriksaan medis atas keluhan ditenggorokan pasien tersebut tidak disertai demam dan sesak nafas,” imbuh Media didampingi dr Pusparini dokter spesialis Paru di RS setempat.

Selain OPD, terus Media, ada istilah Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Berbeda dengan OPD, PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19  adalah orang mengalami gejala demam hingga panas 38 C atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

“Sedangkan yang dimaksud dengan Suspect Covid-19 yakni seorang pasien dengan penyakit pernapasan akut disertai demam dan setidaknya satu tanda atau gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Selain itu memiliki riwayat bepergian dari wilayah yang tepapar Covid-19,” jelas Media.

Kendati demikian, Media mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun senantiasa menjaga kesehatan dengan merawat kebersihan tubuh.

“Kuncinya di PHBS ya, perilaku hidup bersih dan sehat. Yakni senantiasa cuci tangan setelah beraktifitas, menghindari kontak langsung dengan orang lain, menghindari tempat-tempat keramaian atau kegiatan yang melibatkan orang banyak,” tandas mantan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes ini.

(row)