Home Daerah Selain Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Siluman Ditengarai Kurangi Volume

Selain Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Siluman Ditengarai Kurangi Volume

252 views
0

KALIANDA –  Dugaan proyek siluman bermasalah karena sengaja menjauhkan dari perhatian publik nampaknya mulai menemukan titik terang. Berdasarkan sejumlah dokumentasi dan keterangan sejumlah warga, proyek APBD 2022 dengan judul kegiatan Rekonstruksi jalan Trimulyo – Budi Lestari (189) Kecamatan Tanjung Bintang dengan nilai pagu Rp2,7M dengan sebagai pelaksana pemenang tender CV Muli Konstruksi tersebut, ditengarai dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek di dalam Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga tahun 2018 untuk Konstruksi Pekerjaan Jalan dan Jembatan.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan, hampir seluruh tahapan pekerjaan tidak dilaksanakan secara maksimal. Setelah penghamparan material batu 3/5 dilakukan pemadatan, lanjut batu 2/3 kembali dipadatkan, kemudian dihamparkan lagi split, baru kemudian disiram aspal dengan metode penyiraman dari 2 arah. Kemudian pengerjaan dilanjutkan dengan penghamparan pasir. Atau istilahnya pelaksanaan pekerjaan pondasi atas dan bawah.

Andre juga mensinyalir ada pengurangan volume pekerjaan yang dilakukan di dalam kegiatan tersebut. Diungkapkan Andre, hal itu dilakukan dengan cara mengurangi jumlah pemasangan batu yang dihamparkan pada badan jalan. Alhasil, pengurangan pemasangan batu tersebut menyebabkan hamparan batu terpasang renggang. Dimana semestinya pemasangan batu diwajibkan rapat dan padat.

“Kenapa aspalnya tidak lengket, karena pemasangan batunya tidak rapat. Aspal yang dikocor bukannya mengenai hamparan pemasangan batu baru, tapi malah mengenai tanah (Onderlag lama). Karena dengan  pengurangan volume batu tersebut, berujung dengan menimbulkan celah di hampir semua sisi jalan yang  mengakibatkan aspal gampang mengelupas,” kata warga setempat, Andre, Kamis 21 Juli 2022.

Andre juga menilai, kondisi jalan sebelumnya adalah Onderlagh (Pengerasan). Mestinya sebagai kegiatan peningkatan ke hotmix, metode yang dilakukan adalah dengan tahapan Pekerjaan Perapihan badan jalan lama (Stripping), Pemadatan (Sub Grade), Lapis Pondasi Bawah (Sub Base Course), Pondasi Atas (Base Course) meliputi lapis resap (Prime Coat) dan yang terakhir Pekerjaan Hotmix Binder Coarse atau Lapis Atas dengan ATB.

Terakhir, setelah melakukan tahapan pekerjaan-pekerjaan tersebut, maka sebagai pamungkas adalah Pekerjaan Hotmix Binder Coarse atau Lapis Atas dengan ATB.

“Selain itu, saya juga menilai pelaksanaan pemadatan tiap tahapan hamparan material kurang dilakukan secara maksimal. Sehingga permukaannya tidak rata malah terkesan bergelombang,” imbuhnya.

Sebelumnya  praktek pola lama dengan niatan negatif (Mens Rea) untuk menyamarkan pelaksanaan kegiatan dari perhatian publik lagi-lagi terjadi di lingkungan Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Selatan.

Adalah kegiatan pembangunan jalan penghubung Desa Trimulyo – Budi Lestari Kecamatan Tanjung Bintang kurang lebih sepanjang 2KM dilaksanakan bak siluman tanpa permisi dengan pamong setempat dan nihil pemasangan papan informasi kegiatan.

Alhasil, kegiatan pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Trimulyo dan Desa Budilestari itu ditengarai dikerjakan asal-asalan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pengerjaan yang diamanahkan di dalam Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga tahun 2018 untuk Konstruksi Pekerjaan Jalan dan Jembatan.

Sementara, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Hasbi Aska saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, meski dengan centang tanda terkirim belum merespon.

Terpisah, Pengawas Kegiatan dari UPT PU Kecamatan Tanjung Bintang, Yan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa dirinya selalu melakukan pengawasan setiap harinya. Namun demikian, saat disinggung kewajiban pemasangan papan informasi, pesan WhatsApp yang dikirim tak kurun direspon.”Ya hampir tiap hari Mas,” balasnya singkat.

Kendati demikian, ditelusuri melalui laman lpse.tulangbawangkab.go.id judul kegiatan Rekonstruksi jalan Trimulyo – Budi Lestari (189) Kec. Tanjung Bintang dengan nilai pagu Rp2,7M dengan sebagai pelaksana pemenang tender CV Muli Konstruksi yang beralamat di Desa Candimas Natar.

(tim)