Beranda Daerah Sempat Melonjak di Pebruari, DBD di Kabupaten Pringsewu Capai 667 Kasus

Sempat Melonjak di Pebruari, DBD di Kabupaten Pringsewu Capai 667 Kasus

47 views
0
Wakil Bupati Pringsewu, DR.H.Fauzi saat meninjau Geber PSN di Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo

GADINGREJO – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pringsewu hingga 31 Maret 2020 ini sudah mencapai 667 kasus.

Lonjakan kasus terjadi pada Bulan Pebruari yakni sebanyak 372 kasus, dari sebelumnya di Januari hanya 193 kasus.

Sekretaris pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Imanda Amin Abri saat dikonfirmasi wartawan Lampungraya.id., menjelaskan, memasuki Maret, terjadi angka penurunan kasus DBD.

“Alhamdulilah, seiring dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan, angka DBD bisa ditekan dan menurun di bulan maret. Untuk korban meninggal ada dua orang”, ungkap Imanda, Rabu (01/04/2020) dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya.

Imanda mengimbau, memasuki musim penghujan seperti saat ini, sedianya masyarakat terus giat dalam menjaga dan membersihkan lingkungan tempat tinggalnya.

“Utamanya, berkaitan dengan 3 M plus dan ini penting. Jangan sampai, ada genangan air yang menjadi tempat, dimana nyamuk bertelur dan berkembangbiak”, ucap Imanda.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima wartawan lampungraya.id., kasus DBD pada Bulan Januari jumlahnya ada 193 kasus.

Menyusul di Bulan Pebruari, melonjak menjadi 372 kasus dan menurun di Bulan Maret, dengan jumlah sebanyak 102 kasus.

Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu, DR.H.Fauzi tak henti-hentinya mengingatkan perangkat pekon dan juga masyarakat untuk menggiatkan gotongroyong, membersihkan lingkungan sekitar.

Hal itu seperti disampaikan Fauzi dalam kesempatan memantau kegiatan gerakan bersama rakyat (Geber) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Senin (21/02/2020) dan Keluarahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kamis (26/03/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Fauzi meminta masyarakat senantiasa waspada dan melakukan kegiatan bersih-bersih dan gotongroyong, mencegah penularan DBD.

“Mari kita lindungi diri kita dan keluarga kita dari DBD. Dengan kebersamaan, kita yakin bisa menanggulangi dan terhindar dari wabah DBD”, ucap Fauzi. (Ful)