Home Utama Siswa SD Tewas Tenggelam di Lampura

Siswa SD Tewas Tenggelam di Lampura

52 views
0

KOTABUMI – Seorang bocah di kabupaten Lampung Utara tewas tenggelam saat mengikuti pelajaran ekstrakurikuler berenang sekolahnya.

Bocah kelas 4 Sekolah Dasar itu tewas tenggelam di Kolam Renang Lembah Bambu Kuning Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (18/01/2020), sekitar pukul.10.30 WIB.

Peristiwa naas yang menimpa Muhammad Afda Nur siswa pelajar SDN 1 Abung Jayo tersebut sontak membuat kedua orangtuanya shock. Anak dari pasangan Isbini dan Siti Fadilah warga Dusun Marga Mulyo, Desa Abung Jayo itu menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju RSUD Ryacudu Kotabumi.

Salah seorang karyawan kolam renang Lembah Bambu Kuning Tukiyo (45) menjelaskan, pada hari itu korban bersama siswa dan siswi SDN 1 Abung Jayo lainnya melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler berenang di kolam renang Lembah Bambu Kuning.

Para siswa dan siswi SD itu hanya diperbolehkan untuk berenang di kolam renang yang tidak begitu dalam.

“Kami diminta dewan guru untuk membantu mengawasi ana-anak tersebut berenang di tempat kolam yang tidak dalam. Karena terlalu banyak anak-anak yang berenang semua tidak bisa terkontrol seluruhnya,” jelas Tukiyo.

Tukiyo menceritakan, saat sedang berenang itu, korban tanpa terawasi berenang di kolam yang dalamnya sekitar 160 cm. Korban ternyata tidak tahu berenang. Mengetahui ada siswa yang tenggelam. Salah seorang dewan guru langsung melakukan pertolongan. Korban kemudian di selamatkan, diangkat dan dibawa ke tepian kolam. Melihat kondisi korban melemah setelah dilakukan pertolongan pertama, dewan guru langsung membawa korban ke RSUD Ryacudu untuk memperoleh perawatan lebih intensif. Namun, malang tak dapat di tolak, ditengah perjalanan menuju ke RSUD, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Pada saat dipinggir kolam, korban masih hidup dan bernafas, lalu korban langsung dibawa ke rumah sakit,“ ceritanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kaur Forensik Polres Lampung Utara, Bripka Untung saat di konfirmasi usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan bahwa telah terjadi salah satu pelajar Sekolah Dasar tewas tenggelam di Lembah Bambu Kuning.

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, Untung mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Pada saat dilakukan visum tidak ada tanda-tanda kekerasan, yang saya temukan pada telinga sebelah kanan korban mengeluarkan air. Untuk sementara penyebab kematian korban disebabkan karena tenggelam,” pungkasnya.