Home Hukum Soal Ijazah Nanang, Polres Agendakan Panggil Sutrimo Pekan Depan

Soal Ijazah Nanang, Polres Agendakan Panggil Sutrimo Pekan Depan

670 views
0

KALIANDA – Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Try Maradona S.IK mengaku belum mengagendakan pemanggilan kepada Sutrimo selaku pihak terlapor pencemaran nama baik Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto untuk diminta keterangannya oleh penyidik.

“Belum, belum kita agendakan untuk pemanggilan pada minggu ini. Kita lihat nanti minggu depan bagaimana,” ujar Try seraya mengaku jika kondisi satuannya saat ini dipadatkan dengan banyak kasus yang harus dipilah untuk ditangani segera secara prioritas, Jumat 21 Agustus 2020.

Kendati begitu, mantan Kasat Reskrim Polres Metro ini tidak menampik jika aduan terkait polemik ijazah tersebut dapat dilakukan perdamaian antara pihak pelapor dan terlapor.

“Bisa saja ada perdamaian, itu bagaimana kedua belah pihak. Kami disini sebagai penyidik selalu berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja secara profesional, sesuai prosedur hukum yang berlaku,” imbuh alumnus Akpol 2008 ini.

Sebelumnya, pada Selasa (18/8) lalu Polres Lamsel telah memeriksa 4 orang saksi yang diajukan oleh pihak penyidik. Ke-4 orang itu yakni, DR. Hamzah, SH, MH Dosen Hukum Unila. Kemudian Mujiono dan Yanto sebagai mantan adik kelas pelapor dan Aqrobin Muthalib sebagai saksi pihak pelapor.

Sementara, pihak terlapor Sutrimo yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Margodadi Kecamatan Jatiagung saat dihubungi mengaku belum menerima surat undangan dari pihak Polres Lamsel. Sutrimo mengaku sebagai warga negara yang taat hukum akan selalu bersedia kapanpun jika dipanggil oleh pihak penyidik.

“Sampai hari ini belum ada kabar, lewat lisan maupun surat pemanggilan secara resmi. Pokoknya sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya siap jika dipanggil oleh penyidik,” tukas Sutrimo.

Saat disinggung kemungkinan ada perdamaian untuk masalah pelaporan pencemaran nama baik ini, Sutrimo membenarkan jika dari pihaknya belum ada mengupayakan untuk melakukan perdamaian.

“Kalau upaya (Perdamaian) dari kami memang belum ada. Belum terfikir kesana, tapi tidak menutup kemungkinan juga ya. Yang pasti, masalah ini mencuat karena ada sebab akibat. Tidak serta-merta tanpa tedeng aling-aling langsung begitu saja saya mengungkapkan hasil investigasi yang saya lakukan sejak lama terhadap ijazah pak Bupati (Nanang Ermanto),” ungkap mantan anggota DPRD Lamsel periode 2009-2014 ini.

Sutrimo menyatakan, hal ini terungkap ke publik setelah sebelumnya disuatu acara resmi, Bupati Lampung Selatan  Nanang Ermanto mengungkapkannya sendiri di depan publik.

“Saya rasa, saya dibully. Nama saya disebut-sebut di depan publik dalam suatu acara. Karier politik saya disinggung, dari dewan kok menjadi kades. Beliau (Nanang) juga menyinggung sendiri soal dugaan ijazahnya sempat dipermasalahkan di dalam acara itu. Alhasil, banyak kalangan yang hadir di acara tersebut berusaha menggali informasi yang awalnya dibuka sendiri oleh pak bupati,” tutur Sutrimo yang mempunyai anak perempuan yang saat ini menjabat sebagai anggota komisi I DPRD Lamsel periode 2019-2024.

Terpisah, kuasa hukum Bupati Lampung Selatan, Merick Havidz SH.MH membenarkan jika pihaknya belum menerima upaya perdamaian dari pihak terlapor. Kendati begitu, lawyers dari kantor hukum Sabusel Kalianda ini menegaskan bahwa kliennya menginginkan proses hukum berjalan terus agar polemik masalah ijazah ini menjadi terang benderang.

“Masalah ini sudah menjadi atensi DPP (PDIP). Jadi untuk laporan (pencemaran nama baik) kami akan tetap tegak lurus, supaya proses hukum berjalan terus sebagaimana mestinya. Intinya dengan laporan ini, kami malah ingin menjadi jalan untuk membuka tabir kebenaran, supaya kedepannya tidak lagi menjadi isu gorengan politik jelang pemilihan. Artinya, jikapun ada upaya perdamaian dari pihak Sutrimo, kami menegaskan akan menolak hal itu,” kata Merick.

Sekadar mengingatkan, Lampung Raya (LR) sebelumnya sudah mengangkat beberapa tulisan terkait polemik ijasah orang nomor satu di Kabupaten paling Selatan pulau Sumatera itu.

Tulisan pertama, LR mencoba menghubungi eks komisioner KPU Lamsel, Titik Sutriningsih yang melaksanakan verifikasi faktual ijazah Nanang Ermanto sebagai syarat dalam pencalonan wakil Bupati Lampung Selatan dalam pilkada 2015 silam.  Hingga 2 pekan hingga tulisan ini kembali diturunkan, Titik Sutriningsih yang saat ini menjabat sebagai komisioner KPU Provinsi Lampung hasil PAW tidak berhasil dihubungi. Bahkan, kontak ponsel dan WhatsApp LR diblokir oleh Titik tanpa secuil pun informasi yang diperoleh dari mantan Dosen STIE Muhammadiyah Kalianda itu.

Kemudian, LR kembali mendapatkan data dan informasi jika ijazah tersebut juga dipergunakan sebagai syarat Nanang Ermanto maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014. Dari berkas tersebut diperoleh informasi jika komisioner yang melakukan verifikasi faktual terkait ijazah tersebut adalah eks komisioner KPU Lamsel Dra Erlina . Diketahui Erlina saat ini sebagai ASN yang melaksanakan jabatan sebagai Sekretaris di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamsel. Seperti setali 3 uang dengan mantan koleganya ini, Erlina pun turut bungkam. Di hubungi melalui pesan WhatsApp dan ponselnya, Erlina tak merespon.

(row)