Home Politik Tembus 56 Titik Kampanye, HIMEL Buktikan Keseriusan Bekerja Untuk Rakyat

Tembus 56 Titik Kampanye, HIMEL Buktikan Keseriusan Bekerja Untuk Rakyat

135 views
0

KALIANDA — Tahapan kampanye sepertinya memang dijadikan ajang pembuktian pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan nomor urut 3, Hi Hipni SE – Hj Melin H Wijaya (HIMEL) untuk menujukan bukti keseriusan bekerja untuk rakyat.

Seperti tak kenal lelah, paslon yang keduanya asli dari Lampung Selatan ini perhari kampanye hingga tembus 55 titik di 4 Kecamatan, yakni Kalianda, Natar, Sidomulyo dan Way Sulan, Kamis (26/11/2020).

Kecamatan Kalianda di isi oleh Calon Bupati Hi Hipni sebanyak 14 titik, Kecamatan Sidomulyo, Ny Yuti Rama Yanti istri dari Hi Hipni, 14 titik dan Kecamatan Natar di isi oleh Wakil Bupati Hj Melin Haryani Wijaya, 14 titik, Kecamatan Way Sulan 14 titik di isi oleh Hi Eki Setyanto suami dari Hj Melin yang juga mantan Wakil Bupati Lampung Selatan priode 2010-2015.

Dalam setiap kesempatan kampanye, mantan anggota DPRD Lamsel 2 periode ini kerap menyampaikan program unggulan untuk rakyat seperti, kesehatan gratis, pendidikan gratis 9 tahun, pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan, kemudahan perizinan, bedah rumah rakyat.

“Nanti akan kita adakan 17 unit mobil rumah sakit jalan masing masing Kecamatan satu, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang memiliki hak pelayanan kesehatan.” tambahnya.

Menurut Hipni yang berpasangan dengan Melin warga Natar itu, setelah turun ke masyarakat dari kecamatan ke kecamatan desa ke desa, hingga rumah kerumah, baik sebelum masa kampanye ataupun saat kampanye di titik ke 150 dari 2000 titik yang kami rencanakan.

“Kami melihat masih banyak sekali layanan dasar masyarakat yang tidak maksimal dirasakan terutama pada layanan Kesehatan, banyak sekali masyarakat yang sakit, jompo tidak mampu berobat, bahkan terputus pengobatannya ditengah jalan dengan alasan biaya,” ucapnya.

Dalam perjalanan dari satu titik ke titik berikutnya, saya manarik kesimpulan besar, bahwa layanan dasar Kesehatan masyarakat tidak bisa di Generalkan soslusi nya dengan hanya punya kartu BPJS Kesehatan/ KIS.

“Toh nyatanya di lapangan banyak orang sakit punya BPJS tapi enggan berobat dengan alasan biaya hidup , operasional dan tidak adanya pendampingan bahkan ada masyarakat yang belum tahu cara menggunakan kartu BPJS atau KIS yang mereka miliki,”ujar Pemilik jargon Mari Bangkit

Menurutnya, Program pusat BPJS / KIS harus di kolaborasikan dengan pelayanan humanis banyak elemen untuk memaksimalkan layanan dasar Kesehatan untuk masyarakat, kita sebut saja judul besar dari program ini yaitu “ LAMPUNG SELATAN CARE “

Untuk itu kami bertekad untuk mengutamakan Kemanusiaan diatas birokrasi dan regulasi apapun.
Masyarakat harus bisa berobat walau belum memiliki KIS dan hanya memiliki KTP. Kami akan wujudkan program “ Menjemput Pasien yang Sakit dan Menghantarkan pulang Ketika sehat”

Ini program yang cukup rasional bila semua elemen dapat berkolaborasi, Kita akan siapkan 17 Ambulan GRATIS dengan standard Kesehatan yang memadai yang standby disetiap kecamatan 1 ambulan diluar ambulan Puskesmas kecamatan yang akan mobile berkeliling melakukan pelayanan antar jemput pasien, dan di dukung oleh layanan ambulan yang ada di setiap desa.

” Kami akan siapkan SDM/ tenaga medis perawat dan atau dokter pelayan masyarakat yang bertugas khusus melayani Bersama ambulan tersebut, tentu yang dIluar tugas di Puskesmas. Kita akan kolaborasikan program layanan Kesehatan masyarakat ini Bersama TNI, POLRI melalui Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta para relawan-relawan yang bergerak di bidang sosial Kesehatan serta Karang taruna desa, untuk saling menginformasikan dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat.” lanjutnya

“Lampung Selatan tidak kekurangan pemuda kreatif dibidang digital, Lampung Selatan tidak kekurangan pemuda yang berjiwa sosial maka saatnya kita berkolaborasi. Pemerintah akan memfasilitiasi untuk mendigitalisasi dengan basis aplikasi semua layanan dasar masyarakat terutama di Kesehatan, maka tidak ada lagi masayarakat yang tidak bisa berobat. Pihak Desa, Pemuda Karang Taruna, Relawan Sosial kemanusiaan, TNI, POLRI bisa saling memberikan informasi lalu sekali Klik melalui aplikasi maka layanan datang,” pungkasnya.

(row)