Home Daerah Terendus Ada “Penumpang Gelap”, Golkar Pringsewu akan Tindak Tegas Kader “Mbalelo”

Terendus Ada “Penumpang Gelap”, Golkar Pringsewu akan Tindak Tegas Kader “Mbalelo”

55 views
0

PRINGSEWU – Siapa saja yang berupaya membuat gadu perhelatan musyawarah daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Pringsewu, akan mendapat sanksi dan tindakan tegas.

Hal itu disampaikan Suherman, Ketua DPD II Partai Golkar Pringsewu, didampingi Ketua AMPG, Ahmad Muslim, Ketua Perempuan Partai Golkar, Asita Nurgaya dan Lusi Ariyanti, Ketua Alhidayah Kabupaten Pringsewu,
saat menggelar konfrensi pers di sekretariat DPD II Partai Golkar Pringsewu, Senin (13/09/20).

Golkar sebagai partai yang besar sebut Suherman, tidak mau ada pihak “ketiga” yang berusaha mengendalikan, atau bahkan mengobok-obok partai.

“Apalagi, orang ketiga ini bukan pengurus dan juga kader partai. Dia merupakan “penumpang gelap” yang berusaha mengobok-obok Golkar Pringsewu”, tandas Suherman tanpa merinci, siapa “penumpang gelap” dimaksud yang sudah berupaya membuat gaduh dan mengobok-obok Partai Golkar Pringsewu.

Dari Kiri : Ahmad Muslim (Ketua AMPG), Suherman (Ketua DPD II Golkar Pringsewu), Asita Nurgaya (Ketua Perempuan Partai Golkar) Lusi Ariyanti (Ketua Alhidayah Kabupaten Pringsewu)

Ditanya soal status Fauzi (wakil bupati pringsewu) sebagai Ketua PK Golkar Pringsewu, Suherman tidak menapiknya. Pun demikian halnya dengan informasi akan adanya upaya pengunduran 7 PK, bilamana ia kembali menjadi Ketua DPD II Golkar Pringsewu, Suherman justru menanggapinya dengan santun.

“Pak Fauzi memang betul, dia merupakan ketua PK Golkar Pringsewu. Namun, berkaitan dengan upaya pengunduran diri 7 PK, hal itu menjadi hak mereka dan belum ada informasi kepada partai”, ucap Suherman.

Suherman juga mengaku kaget, dengan adanya pemberitaan di media online yang menyebutkan, 7 PK dan juga para Pimdes akan mengundurkan diri bilamana ia kembali memimpin DPD II Partai Golkar Pringsewu.

“Sampai hari ini, saya masih sebagai ketua DPD II Partai Golkar Pringsewu. Saya pastikan, partai akan mengambil sanksi tegas terhadap kader yang berusaha membuat gaduh dan menghalangi Musda, sesuai dengan AD/ART partai yang ada”, tandas Suherman. (Ful)