Beranda Daerah Terkait Ketidak Jelasan Nasib, AHN Audensi Dengan Plt Bupati Lamsel

Terkait Ketidak Jelasan Nasib, AHN Audensi Dengan Plt Bupati Lamsel

199 views
0

LAMPUNG SELATAN – – Sebanyak Dua Puluh Orang mengatas namakan Dewan Pengurus Daerah Aliansi Honorer Nasional (DPD AHN) Kabupaten Lampung Selatan lakukan audensi dengan Plt. Bupati Lampung Selatan, yang juga di hadiri oleh Plt Kadis Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Puji Sukanto, Kadis Kesbangpol Thomas Amrico dan Kadis Pendidikan Drs. Burhanuddin. Kamis, (10/10/2019).

DPD AHN Lamsel ini di terima langsung oleh Plt. Bupati H.Nanang Ermanto di ruangannya, dalam pertemuan tersebut yang terdiri dari pengurus DPD AHN dari 17 Kecamatan se-Lampung Selatan yang merupakan perwakilan dari tenaga honorer dengan status tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Setiawan S.Pd selaku Ketua AHN dan Sektretaris, Joni Ariansyah S.Pd beserta anggota nya DPD AHN Lamsel, saat audiensi mengatakan,
“Bahwa AHN ini merupakan wadah dan sebuah rumah bagi seluruh honorer yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dari berbagai honorer lingkup Dinas Pendidikan ataupun dari Instansi lain”.Ujarnya.

Dalam kaitan ini Setiawan mengatakan, apa yang di sampaikan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Selatan Drs.Burhannudin
Tentang di anggarkan nya lagi insentif di tahun 2020 ada peningkatan. Tetapi itu tidak adanya rasa keadilan.

“Maka kami DPD AHN dan mewakili rekan-rekan yang bernasib sama, kami meminta solusi atau meminta sebuah kebijakan dari Plt.Bupati Hi.Nanang Ermanto, selaku pemangku kebijakan dan memiliki kewenangan untuk menjadikan setatusnya menjadi tenaga Honorer Daerah (Honda) bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi minimal selama 15 Tahun atau honerer kategori II”. Ungkap Setiawan.

Setiawan melanjutkan, “Apa yang di sampaikan oleh Kadis Pendidikan Drs.Burhanudin saat audiensi tersebut bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) akan memberikan dan menganggarkan dana kesejahteraan untuk tenaga honorer yang berjumlah sebanyak 2.394 orang.

“Dan terkait rencana pemberian insentif yang akan di berikan di Tahun 2020. Setiawan mengatakan agar dapat di tinjau kembali dalam pengangarannya karena tidak memenuhi rasa keadilan, dan harapan kami seharusnya ada pembedaan, yang dilihat dari berapa lama masa bakti dan pengabdiannya.” Jelasnya.

“Pengangkatan ini merupakan sebagai bentuk sebuah penghargaan bagi kami honorer yang sudah mengabdi dan bekerja selama puluhan tahun,”sambung Tamsili selaku Ketua AHN dari Kecamatan Palas.

Di lanjutkan kembali oleh Setiawan,
“Padahal honorer kategori II yang sampai saat ini belum masuk dalam Honorer Daerah (Honda) yang berjumlah sebanyak 405 orang, baik dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, yang seharusnya dengan jumlah sebanyak ini Pemerintah Daerah (Pemda) Lamsel bisa mengatasinya”. Pungkasnya.

(Heri Suwandi)