Home Hukum Trend Sambo Merambah Daerah, di Lampung Tengah Polisi Tembak Polisi Dipicu Obrolan...

Trend Sambo Merambah Daerah, di Lampung Tengah Polisi Tembak Polisi Dipicu Obrolan Grup WhatsApp

638 views
0

KALIANDA – Trend polisi tembak polisi rupanya merambah hingga ke daerah. Seperti yang terjadi di wilayah hukum Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Seorang anggota Polsek Way Pengubuan Polres Lampung Tengah  diketahui menembak rekan sekantornya hanya karena dipicu obrolan grup WhatsApp bernada negatif.

Adalah AIPDA RS,  Kanit Provos Polsek Way Pengubuan,  karena pasal tersinggung melakukan penembakan terhadap AIPDA AK anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan.

Tidak terima atas obrolan grup WhatsApp tersebut, AIPDA RS pada malam saat dia piket mendatangi kediaman korban. Saat tiba, ternyata korban sedang duduk di depan rumah.

Pelaku memanggil korban. Saat korban hendak membuka gerbang untuk mendatangi, pelaku langsung menembakan senjatanya satu kali  tepat mengenai dada kiri korban. Korban sempat berlari masuk kerumah, namun korban terjatuh tepat di depan anak istrinya.

“Korban sempat dibawa kerumah sakit oleh keluarga dan tetangga korban, namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi,” ujar Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya SIK. MSi saat ekspos di Mapolres setempat, Senin 5 September 2022.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwan Pandora Arsyad MSi menambahkan, berdasarkan keterangan pelaku, bahwa korban sering menggunjing dan menjelek-menjelekan dirinya dan keluarganya sehingga mengakibatkan tersangka emosi.

“Pelaku melihat sendiri digrup WA, bahwa korban mengatakan istrinya belum membayar arisan online,” imbuh Pandra.

Dijelaskan Pandra, pelaku berhasil di tangkap dirumahnya dua jam setelah kejadian. Kepada penyidik pelaku mengakui perbuatanya. Pelaku dengan tegas mengakui menembak rekanya karena didasari dendam lama.

Pelaku selain diancam dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara. Juga dibidik menggunakan kode etik Polri, dengan ancaman hukuman di pecat dengan tidak hormat (PTDH). Saat ini jenazah korban sedang menjalani visum et repetum dan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Polri.

(row)