Home Daerah Usung Konsep Wisata Keluarga, Taman BMJ Wonodadi Suguhkan Kopi Klotok Bernuansa Alam

Usung Konsep Wisata Keluarga, Taman BMJ Wonodadi Suguhkan Kopi Klotok Bernuansa Alam

397 views
0

PRINGSEWU – Satu lagi tempat bagi para pelancongan hadir di Kabupaten Pringsewu. Dengan mengusung konsep Wisata Alam Keluarga, Taman BMJ (bina maju sejahtera) yang berlokasi di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung ini menghadirkan suguhan dan sensasi berbeda bagi pengunjungnya.

Dengan tiket masuk seharga Rp 5.000 di siang hari, dan free pada malam hari, Taman BMJ menyediakan sejumlah fasilitas, seperti Saung Pertemuan Jabon, Samama Waroeng Kopi Ndeso, dan lain sebagainya.

Dengan setting latar lingkungan yang hijau nan asri dibalik deretan ratusan pohon Jati Ambon dan view hamparan sawah berlatar Gunung Pesawaran dan Gunung Betung, membuat pengunjung merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama di taman tersebut.

Berbeda halnya pada malam hari, kerlipan bola lampu di sela-sela seratusan pohon Jati Ambon, pengunjung bisa bersantai bersama keluarga dan sahabat serta relasi sambil menikmati kopi hangat, sungguh amat romantis.

Untuk menu-menu yang bisa dinikmati dari resto yang tersedia, semuanya serba ‘ndeso’, mulai dari kopi tubruk, cemilan hingga nasi atau mie goreng. Untuk menuju Taman BMJ juga cukup mudah. Lokasinya berada satu jalur dan tidak jauh dari Taman Sabin Wonodadi, Gadingrejo.

Menyusuri jalan di pinggir ledeng dan sebelum sampai ke taman tersebut, ambil arah kanan masuk ke sebuah lorong sejauh kurang lebih 200 meter, maka sampailah di Taman BMJ.

Menurut owner Taman BMJ, Yen Sriyono melalui asistennya Sumpeno, BMJ yang merupakan singkatan dari Bina Mandiri Jaya, baru sepuluh hari ini melakukan soft opening, setelah selama setahun dirintis.

“Awalnya memang sepi pengunjung, namun belakangan menjadi ramai, baik siang maupun malam. Apalagi setelah banyak pengunjung yang berswafoto dan meng-upload di media sosial”, kelas Sumpeno, Minggu (25/10/20) malam.

Ide awal dari pendirian BMJ ini sebut Sumpeno, terinspirasi dari Kampung Flori dan Kopi Klotok di Sleman, Yogyakarta. Meski terbilang masih baru, namun kehadiran Taman BMJ cukup mendapat dukungan positif masyarakat.

“Kita coba berdayakan warga sekitar baik sebagai pekerja atau lainnya. Kita juga kedepankan protokol kesehatan bagi para pengunjung, dimana setiap pengunjung wajib mencuci tangan memakai sabun sebelum masuk area, diperiksa suhu tubuhnya, harus memakai masker dan menjaga jarak”, papar Sumpeno.

Dari sekian banyak pengunjung, satu diantaranya adalah Wakil Bupati Pringsewu, Dr.H.Fauzi , SE, M.Kom. Bersama sang istri, Rita Irviani, orang nomer dua di Kabupaten Pringsewu itu menyempatkan waktu berkunjung dan singgah di Taman BMJ menikmati kopi ndeso pada Minggu (25/11/20) malam. merupakan satu dari sekian banyak pengunjung di Taman BMJ. Didampingi sang istri, Rita Irviani, orang nomor dua di Kabupaten Pringsewu ini, pada Minggu (25/10/20) malam, menikmati kopi ndeso yang menjadi branch dari taman BMJ.

Fauzi mengapresiasi dan mendukung upaya kreativitas dari pemilik dan pengelola Taman BMJ yang mengusung konsep Wisata Keluarga tersebut. Ia menyarankan pihak pengelola supaya tetap mempertahankan konsep tersebut, termasuk menu di resto serta suasana ndeso yang cukup terasa di taman tersebut.

“Tempat ini cukup representatif baik keluarga untuk sekedar bersantai, sambil menikmati minuman dan menu makanan yang tersedia. Kedepan sedianya pengelola BMJ bisa menyediakan menu sarapan pagi khas BMJ dengan kekhasan yang dimiliki, untuk lebih menarik pengunjung maupun pecinta kuliner”, saran Wakil Bupati Pringsewu. (*/sae)