OPINI  

Cuma Berkhayal

 

Sudah hampir satu Minggu saya berada di benua Amerika.

Tiga hari di USA. 2 hari di Meksiko. Dan 1 hari di Kanada.

Menonton secara langsung gelaran Piala Dunia 2026.

Menyaksikan langsung babak 32 besar. Antara Prancis vs Paraguay. Hasilnya menang tipis buat Prancis. 1:0. Mbappe jadi top skor bersama Messi.

Kemenangan Prancis. Akan mempertemukan di babak 16 besar. Melawan Timnas Maroko.

Sambil menunggu pertandingan, 16 besar Brazil vs Norwegia dan Meksiko Vs Inggris. Saya mencicipi menu nasi goreng khas Arab. Minum kopi khas Brazil. Di sebuah cafe keturunan Arab Amerika.

Rasanya nikmat.

Saya menginap di sebuah apartemen milik sahabat muslim asli keturunan Yordania.

Cuaca di Amerika cukup panas. Meski pada malam hari saya tetap memakai mantel.

Gelaran pildun memang berbeda di kota-kota di Amerika. Fans masing-masing negara berkumpul.
Sungguh ramai.

Sejumlah teman memprediksi jika Prancis vs Argentina akan berada di final besok lusa.

Ada juga yang memprediksi Inggris vs Portugal.

Juga Spanyol vs Brazil berada di final.

Saya hanya mengangguk saja. Mungkin. Gumam saya dalam hati.

Saya terus saja menikmati suasana di Amerika. Begitu juga di Meksiko dan Kanada. Di sini semua orang ramah-ramah.

Sibuk dengan kesenangan dan urusannya masing-masing. Bersenang-senang tampa terlihat kekalutan. Seperti tidak pernah punya beban.

Sangat berbanding dengan kondisi di Indonesia. Hampir semua punya beban dan masalah. Hehehehe. Kekeh saya dalam hati.

Di Amerika ekonomi tumbuh baik. Perputaran keuangan nyaris seragam. Gelaran pildun jadi ajang hiburan.

Jauh berbeda dengan Indonesia, apalagi kota kelahiran saya. Kotabumi Lampung Utara.

Untuk menggelar nonton bareng saja. Mikirnya pakek lama. Padahal simpel tinggal tentukan lokasinya. Umumkan.Siapkan proyektor dan layar lebar. Sudah pasti ramai sendiri. Semua tidak dibuat simpel. Berpikirnya terlalu lama. Akhirnya, tidak jadi-jadi.

Di Amerika semua serba cepat tapi terorganisir. Tidak pakek ribet. Wajar. Mereka sudah terbiasa.

Lagi asyik berkhayal. Ponsel pintar saya berdering. Waduh ternyata saya sedang berkhayal.

Berkhayal berada di benua Amerika nonton langsung Piala Dunia. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *