Soal 2 Papan Bunga Ucapan Ultah Bupati Lamsel Bernada Sindiran Satire-Sarkasme, Begini Respon Tim Pemenangan Pilkada Egi-Syaiful

KALIANDA – Terkait papan bunga ucapan ulang tahun Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama bernada satire, ternyata ditanggapi secara lugas oleh Sekretaris Tim Pemenangan Egi-Syaiful pada pilkada 2024 lalu, Rusman Efendi SH MH.

Kepada wartawan, Rusman Efendi mengungkapkan, tersedia ruang yang luas untuk kritik dan saran oleh masyarakat sebagai kontrol dan bahan evaluasi, Namun tegas Rusman, penyampaian saran, pendapat dan kritikan tersebut haruslah berdasarkan data dan fakta, bukan berlandaskan pada asumsi yang bisa memberikan informasi sesat di tengah masyarakat.

Disamping itu, kata Rusman, idealnya kritik serta saran tersebut disampaikan dalam konteks konstruktif. Bukan hanya sekedar untuk mencari-cari kesalahan dengan niat menjatuhkan wibawa pemerintah daerah.

“Sedari awal, Egi-Syaiful sudah menegaskan tidak antikritik. Sudah dibuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik serta masukan melalui berbagai platform, baik dari media sosial hingga media massa dalam jaringan. Tapi ingat, ruang luas tersebut tidak boleh disalahgunakan. Harus berbasis data dan fakta, kalau hanya bermodal asumsi, masyarakat luas yang nantinya dirugikan karena mendapatkan informasi yang tidak baik dan benar,” tutur Rusman yang juga lawyer senior dari Kantor Hukum Rusman Efendi SH MH & Partner ini, Senin 20 Juli 2026.

Diungkapkan Rusman, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), ada pengurangan angka kemiskinan yang cukup signifikan dari tahun 2024 dengan angka sebesar 132,38 ribu atau 12,57% turun di 2025 menjadi 127,74 ribu atau 12,05%. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem berada di 0,60%. Capaian tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Lampung dan Nasional.

“Angka ini bukan kata saya loh, tapi ini data resmi dari badan pusat statistik. Masyarakat, kawan-kawan semua bisa meng-akses. Artinya, dari 2024 – 2025 saja, ada pengurangan angka kemiskinan sebesar 4,64 ribu jiwa atau 0,52%. Jika dirata-rata sejak 2015, penurunan angka kemiskinan hanya berkisar 0,30% pertahunnya,” imbuh ketua Tim Hukum Paslon Egi-Syaiful pada pilkada lalu.

Menurut Rusman tidak Fair, jika capaian Egi-Syaiful yang baru seumur jagung dibanding-bandingkan dengan capaian kepala daerah yang telah menyelesaikan 1-2 periode kepemimpinannya. Apalagi dalam konteks kondisi kebijakan anggaran oleh pemerintah pusat ke daerah. Dalam sudut pandangnya, Egi-Syaiful tidak lah menafikan kinerja pemimpin sebelumnya. Dikatakan Rusman, mana yang baik tentunya bakal dipertahankan.

“Kebijakan anggaran oleh pemerintah pusat ke daerah memang bukanlah dibuat jadi alasan untuk pasrah. Kebijakan efisiensi anggaran memang berdampak negatif pada penerimaan daerah, tapi berimplikasi positif pada sisi lain. Untuk Lampung Selatan sendiri, setidaknya mendapatkan pembangunan 2 Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Kemudian ada juga pembangunan koperasi nelayan merah putih di Kecamatan Ketapang dan Rajabasa,” ucap Rusman seraya mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tentunya memiliki multi efek player positif bagi masyarakat.

Kendati demikian, Rusman mengaku optimis capaian beberapa sektor secara berkala bakal menunjukkan trend positif. Rusman mencontohkan tentang realisasi penanaman modal. Pada 2025 lalu, disampaikan Rusman, angka investasi di Lampung Selatan menunjukkan prestasi yang luar biasa hingga menembus angka Rp3,040 triliun.

Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp2,64 triliun (Over target 115%). Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Perizinan Pemkab Lamsel, peningkatan investasi ini berpeluang membuka 4.209 lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 5,71%.

“Ini salah satu bukti nyata dari terobosan dan komitmen Egi-Syaiful untuk menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan, yang mana menjadi faktor utama meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di Lampung Selatan. Ibarat membangun rumah, dilakukan secara bertahap, step by step. Dari pondasi sampai ke atap perlu proses dan tahapan,” ungkap Rusman.

Selain itu, terus Risman, ada lagi prestasi gemilang Egi-Syaiful tanpa banyak gembar-gembor namun terbukti nyata manfaatnya dirasakan oleh masyarakat banyak. Diungkapkan Rusman, prestasi itu terkait dengan diluncurkannya program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau lebih familiar disebut bedah rumah oleh Kementerian Perkim (Perumahan dan Kawasan Pemukiman).

Dimana Lampung Selatan memperoleh kuota 2.006 unit rehab rumah tidak layak huni. Dikatakan Rusman pembiayaan kegiatan bedah rumah tersebut tanpa APBD. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kuota tersebut bakal bertambah.

“Alhamdulillah, satu lagi prestasi Egi-Syaiful yang Insyaallah akan membawa manfaat banyak bagi masyarakat. Insyaallah, Lampung Selatan mendapatkan kuota 2 ribu lebih bedah rumah tidak layak huni dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta per unit rumah. Menariknya anggaran kegiatan tersebut tanpa menggunakan APBD. Ini prestasi luar biasa, saya rasa anggaran bedah rumah dengan pembiayaan melalui APBN terbesar yang pernah diterima Lampung Selatan,” tukasnya.

Sebelumnya, perayaan ulang tahun ke-38 Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Senin (20/7/2026), diwarnai kemunculan dua bunga papan berisi ucapan selamat yang dibalut pesan bernada sindiran bernuansa satire bahkan cenderung sarkasme.

Dua bunga papan tersebut dipasang di depan Kantor Bupati Lampung Selatan, yang pertama mengatasnamakan Saiful Naim yang diketahui sebagai Sekretaris Karang Taruna Lampung Selatan. Sedangkan papan bunga lainnya mengatasnamakan Nurul Ikhwan, kader PDIP dari Kecamatan Natar.

Selain itu, Nurul Ikhwan juga tercatat sebagai salah satu pengurus DPC PDIP Lampung Selatan periode 2025-2030. Mengutip website PDIP Lamsel, Nurul Ikhwan menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum dan Advokasi.

Dia juga sempat terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Lampung Selatan 2. Namun pada Pileg 2024 lalu, Nurul Ikhwan harus tersisih dari peraih suara terbanyak pertama, Lesty Putri Utami (Ketua DPC PDIP Lampung Selatan) dan peraih suara terbanyak kedua, Aribun Sayunis asli warga Kecamatan Palas.

 

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *