Beli Aplikasi GoVirtual Rp1 M, Super Apps Halo Lamsel hingga Setahun Belum PD Launching

KALIANDA – Hingga kini rencana launching aplikasi Super Apps, yakni platform layanan publik berbasis digital terintegrasi besutan Dinas Kominfo Lampung Selatan (Diskominfo Lamsel) nampaknya belum ada keyakinan pasti.

Padahal setahun yang lalu sempat diumumkan secara resmi oleh Kominfo, pada Maret 2025 lalu, bahwa sebulan kedepan bupati Egi bakal meluncurkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dengan platform layanan pemerintah daerah terintegrasi (e-goverment)

Terbaru Plt Kadis Kominfo Hendry Kurniawan laporkan progres aplikasi Super Apps dengan nama Halo Lamsel itu menambah fitur layanan menggunakan ChatBot perpesanan WhatsApp (WA).

Belanja modal aset tak berwujud tersebut baru terealisasi pada tahun anggaran 2026 ini melalui belanja secara elektronik (e-purchasing) di E-katalog LKPP dengan nilai pagu anggaran Rp90 juta.

“Masih di cari moment yang pas bang..ini lg kami cari waktu nya..kalau aplikasi dan konsep launching udah siap,” kata Hendry kepada LR, Senin 13 Juli 2026 singkat.

Ditelusuri melalui Sistem Informasi pengadaan milik LKPP, pada 2025 Kominfo menganggarkan Rp1.450.000.000 untuk membangun sistem informasi elektronik dengan spesifikasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

Dalam laporan realisasinya, pengadaan aplikasi Super Apps tersebut disediakan oleh 2 penyedia. Yang pertama, penyediaan platform layanan pemerintah daerah berbasis web oleh Cartenz Technology Indonesia Senilai Rp449 juta yang terintegrasi dengan OPD.

Penyediaan kedua, dengan anggaran Rp 1 Miliyar, oleh Dinas Kominfo malah dibelanjakan untuk penyediaan sarana promosi berkonsep petualangan virtual.

Spesifik produk yang tayang di toko online milik Delta Klik Indonesia (DKI) ini bergambar teknologi virtual dengan sudut pandang drone 360° plus fitur 5 bahasa asing (GoVirtual).

Layanan GoVirtual di Halo Lamsel rasanya tidak tepat, keluar dari konsep pelayanan publik. Selain itu, sarana promosinya tidak cocok dengan selera industri video konten saat ini yang kreatif dan produktif.

Maju salah, mundur apa boleh buat, apalagi buat produk yang dibeli secara putus seharga Rp1 M yang nyata-nyata tidak berbasis kepentingan umum. Mubazir !

Sekadar mengingatkan, demi mendukung implementasi aplikasi Super Apps berbasis SPBE itu, Dinas Kominfo dengan bangga selama 3 tahun belakangan ini jor-joran mengalokasikan anggaran Rp1,6 M pertahunnya hanya untuk sambungan internet.

Namun hingga kini, progres yang paling nyata adalah penambahan fitur pelayanan interaksi dengan masyarakat melalui ChatBot WhatsApp.

 

(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *