KALIANDA – Penyaluran MBG di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan ke penerima manfaat peserta didik sekolah tingkat dasar kembali inkonsisten. Setelah sebelumnya selama 2 pekan pasca lebaran pada penyaluran pertama pada 31 Maret 2026 lalu, penyaluran MBG sebelumnya sempat konsisten dilakukan 6 hari dari Senin hingga Sabtu. Basis menu MBG yang disalurkan pun sesuai juknis berupa makanan segar siap santap. Bukannya makanan kering.
Namun, masuk Minggu ketiga bulan ini, penyaluran MBG pada Sabtu 18 April lalu disalurkan pada Jumat 17 April atau di double pada 1 hari sebelumnya dengan menu makanan kering berupa buah dan susu kemasan. Mirisnya, penyaluran MBG kepada penerima manfaat yang menyasar kelompok B3, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita melalui Posyandu, hanya disalurkan 2 kali dalam seminggu.
MBG bagi kelompok B3 itu dimulai Senin dengan menu makanan segar siap santap yang di double untuk MBG Selasa dan Rabu berupa makanan kering. Kemudian MBG B3 itu kembali disalurkan pada Kamis dengan makanan segar dan double untuk Jumat dan Sabtu lagi-lagi berupa makanan kering.
Menariknya, belakangan baru diketahui, ternyata inkonsistensi penyaluran MBG tersebut terjadi tidak hanya di Kecamatan Kalianda saja, namun kompak dan serempak oleh SPPG di hampir seluruh wilayah kecamatan di daerah Beranda Sumatera. Terkesan dilakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Kompak berjamaah.
Sementara, Korwil SPPG Kabupaten Lampung Selatan, Alfarizi seperti biasanya saat dikonfirmasi bungkam seribu bahasa. Meski pesan yang dikirim melalui aplikasi percakapan WhatsApp dengan tanda terkirim, tak juga direspon.
(*)












