Lapor Pak Kapolres, Akun FB Han Han Keluhkan Banyak Pihak Tarik Biaya Parkir di Pasar Inpres Kalianda

Sekali Parkir, Mobil Box yang bongkar barang harus bayar parkir Rp25-30rb kepada 3 pihak yang berbeda

KALIANDA – Pemilik akun Facebook Han Han, dalam postingannya mengeluhkan begitu banyaknya pihak yang menarik biaya parkir mobil box muat barang di pasar Inpres Kalianda, terutama saat bongkar barang elektronik di toko miliknya di Pasar Inpres, Kalianda, Senin 16 Juni 2025. Dalam sekali parkir, menurutnya, pengendara mobil box paling tidak harus mengeluarkan biaya Rp25-30rb parkir dari 3 pihak yang berbeda.

“Ada 3 orang yang menarik biaya parkir mobil yang sedang bongkar barang, pertama Si A minta parkir Rp5ribu, serahin karcis bertuliskan Porprov Lampung VII Tahun 2014, kemudian datang P minta Rp10 ribu untuk keamanan parkir dengan karcis Retribusi Terminal dan Perda tahun 2012. Terakhir datang orang suruhan E minta biaya parkir Rp10 ribu dengan karcis berstempel Pendampingan Mobil Box pasar Kalianda,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan Messenger.

Menurut dia, tidak hanya mobil muatan barang elektronik, tapi seluruh kendaraan mobil bermuatan yang bongkar barang di pasar Inpres Kalianda, mengalami nasib serupa. Dikatakan, masalah tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan, imbuhnya, seperti terjadi pembiaran oleh pihak terkait.

“Masalah kaya gini sudah dari dulu, kami coba sabar aja. Tapi gara-gara tadi ada sales perempuan sampe nangis dibentak-bentak gegara dimintai uang parkir yang ketiga kalinya, padahal cuman nanya, kok bayar parkir terus sampe berapa kali? Malah dibentak-bentak gitu,” imbuhnya.

Dia mengatakan, pada umumnya pengendara mobil barang tidak terlalu mempermasalahkan bayar parkir kendaraan. Asal saja, terus dia, dibayarkan kepada pihak yang jelas dan resmi serta tidak dilakukan dengan cara yang mengintimidasi.

“Kadang untuk bongkar barang itu, sales mintanya jangan di lokasi pasar inpres, kaya di pom bensin gitu. Tapi jadinya kami tambah biaya juga oper mobil muatan lain. Jadi kami akhirnya serba bingung,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Harrizon membantah jika pihaknya telah mengeluarkan 3 jenis karcis tersebut. Namun demikian, Harrizon menyebutkan telah perintahkan petugas dari Dishub untuk cek langsung ke lapangan.

“Tadi sudah dicek ke juru parkir yang resmi kita tunjuk, tapi juru parkir kita itu tegas membantah. Coba diperjelas, orang-orang yang menarik biaya parkir itu siapa saja,” ujar Harrizon dalam sambungan telepon aplikasi perpesanan WhatsApp.

Sementara, akun FB Han Han dalam postingannya itu turut melampirkan 4 foto sebagai bukti. Terdiri 3 foto karcis yang berbeda dari 3 pihak yang berbeda dengan tarif yang juga berbeda-beda serta 1 foto mobil truck box yang menjadi korban.

“PARKIR BAYAR BESAR JUGA YA UANG PARA SUPIR DAN SALES MENGELUH DIKALIANDA SEGITU AMAT UANG INI KEMANA LARINYA.
Keluhan sales minta rada kasar
Emang uda tidak wajar bayar nya” sebut Han Han dalam postingannya yang telah mendapat 18 tanggapan, 29 Komentar dan satu kali dibagikan selama 7 jam postingan.

 

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *