Catatan Redaksi: Dewan Harap Gedung Baru, Wartawan Butuh Titik Kumpul

KALIANDA- Layaknya anggota DPRD Lampung Selatan yang terhormat butuh banget gedung kantor baru yang representatif dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya. Yang mana bisa bikin lebih betah, adem juga nyaman. Dengan kondisi seperti saat ini, tergopoh-gopoh 50 anggota legislator periode 2024-2029 itu minta tukar gedung dengan pihak sekretariat. Betapa tidak, fasilitas ruangan yang tersedia hanya ruang komisi. Ibarat kamar kost-kostan, disitu kita bobok, disitu juga kita maem sekaligus juga kita disitu nerima tamu.

Begitu juga dengan pekerja Pers. Kami orang juga sebenarnya butuh tempat titik kumpul. Atau istilahnya Media Center. Gak perlu kok semewah kaya ruangan kadis apalagi ruangan wakil bupati, cukup lah dengan fasilitas standar, kaya ber-AC, colokan HP & laptop. Kursi-meja boleh kalo ada, karpet lebar pun Alhamdulillah. Mungkin kalo bisa ada dispenser air galon isi ulang. Tapi yang paling penting ada Wifi bossq. Idealnya ada di kompleks kantor bupati, juga di area perkantoran DPRD. Supaya gak nongkrong berkeliaran, menganggu kesehatan mata.

Gimana enggak, untuk sehari-harinya tugas liputan, yang nge-pos di dewan paling ganteng duduk-duduk di eks pos keamanan tepat di depan ruang komisi I. Atau di tangga depan ruang paripurna. Mau nimbrung di ruang komisi, terkadang keseleo sikon gak tepat. Kadang, beberapa anggota dewan sedang ada obrolan yang saru sekiranya kedengeran wartawan. Kadang juga pas sedang ingin makan nasi kotak. Mau ditawarin cuman satu, gak diajak ikut makan rasanya gimana sebagai wakil rakyat. Alhasil, situasi jadi canggung bikin termenung. Pun begitu di kantor bupati, sementara menunggu kegiatan liputan, yang ada tongkrongan pecah menjadi 4-5 bagian. Ada di kursi tamu, pondokan, ruang kabag kadang juga ruang asisten.

Sementara kawan-kawan lain di luaran, tempat favorit sementara ini di halaman Masjid Agung. Lumayan seru karena banyak jajanan, tapi kurang nyaman karena akses bebas siapapun. Ditambah lagi gak ada fasilitas alat bantu kerja, kalau misalnya HP ataupun laptop ngedrop. Dengan adanya titik kumpul berupa media center, interaksi sesama wartawan pun pastinya lebih intens. Distribusi informasi juga lebih tertata. Meski eksekusinya berproses, tapi mudah-mudahan aspirasi dari Pilar ke-4 demokrasi di RI ini menjadi perhatian pemangku kebijakan, seperti misalnya Mas bup Radityo Egi Pratama, atau biasa disapa bup Egi. Minimal Kadis Kominfo lah, bang Anasrulah bisa bantu sounding. Semoga tersemogakan dan dipermudah Amin yra.

 

 

Ricky Oktoro Wiwoho
(Wartawan Madya)