Home Pendidikan Kakao, Salah Satu Potensi Perkebunan di Pardasuka

Kakao, Salah Satu Potensi Perkebunan di Pardasuka

162 views
0
Salah satu pohon kakao hasil rehab melalui sambung pucuk dengan buahnya yang lebat
Salah satu pohon kakao hasil rehab melalui sambung pucuk dengan buahnya yang lebat

 

PARDASUKA – Tanaman dan perkebunan kakao merupakan salah satunya dari sekian potensi yang ada di wilayah Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.

Sedikitnya, ada 958 hektar perkebunan kakao di Kecamatan Pardasuka yang tersebar di Pekon Pardasuka, Rantau Tijang, Tanjung Rusia, Tanjung Rusia Timur, Kedaung, Selapan.

Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Yusri Purwanti kepada wartawan lampungraya.id., menjelaskan,
program rehab dan sambung pucuk sudah mulai dilakukan petani kakao di wilayah pardasuka.

“Selain itu, guna meningkatkan produksi kakao juga bisa dilakukan dengan cara mengawinkan kakao betina dengan kakao pejantan. Proses perkawinannya melalui putik”, ucap Yusri disela-sela mendampingi petani asal lampung tengah studi banding dan melihat-lihat tanaman kakao di Pekon Tanjung Rusia Timur, Sabtu (23/03/2019).

Menurut Yusri, untuk tanaman kakao hasil rehab melalui sambung pucuk di Pekon Tanjung Rusia Timur, umurnya sudah berkisar dua tahunan dan sudah dua kali berbuah.

“Kalau untuk total perkebunan yang ada di kabupaten pringsewu yakni 4.819 Ha. Dari jumlah ini, 200 Ha, merupakan kebun kakao yang sudah standar”, terang Yusri.

Sementara itu, Maryanto Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu mengatakan, total lahan yang ada di Kabupaten Pringsewu yakni 44 ribu Ha, terdiri dari lahan pertanian sawah dan non sawah.

“Seluas 13. 678 ha merupakan lahan sawah. Sisanya, ada kakao, karet, lahan kering dan HKm”, terangnya.

Maryanto mengemukakan kalau budidaya dan pengembangan tanaman kakao merupakan salah satu model kebijakan strategis dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Studi banding ini merupakan dinamika kelompok dan disini kita bisa sama-sama belajar dan bertukar informasi. Jadi, tidak selamanya kegiatan kita harus bergantung dengan anggaran dari pemerintah”, imbuhnya.

Sementara itu Nur Falina, salah seorang penyuluh perkebunan yang bertugas di wilayah pardasuka menyebutkan, selain kakao, masih ada potensi lain yang ada di wilayah pardasuka.

“Seperti sirsak di tanjung rusia timur dan kopi di selapan. Ada juga pepaya california dan juga lada”, imbuhnya. (Ful)