Beranda Daerah BPTP Lampung Identifikasi Enam Karakteristik Durian Varietas Lokal Pringsewu

BPTP Lampung Identifikasi Enam Karakteristik Durian Varietas Lokal Pringsewu

57 views
0
Proses identifikasi karakteristik terhadap enam (6) varieatas durian lokal di Pekon Margisari, Kecamatan Pagelaran Utara

PRINGSEWU – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, lakukan identifikasi karakteristik terhadap enam (6) durian varietas lokal di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara (Pantura), Kabupaten Pringsewu.

Indentifikasi dilakukan terhadap bentuk duri pada kulit, ketebalan daging buah, berat isi, warna, bentuk daun, lingkar batang pohon serta usia pohon durian.

“Sebab, durian lokal akan memiliki spesifikasi tersendiri. Rata-rata, umur tanaman durian lokal yang ada di margosari diatas 60-an tahun”, jelas Dwi Sulistio, Kabid TPH pada Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu yang mendampingi perwakilan BPTP Lampung saat turun ke margosari, Selasa (25/02/2020).

Menurut Dwi, ada enam nama varietas lokal durian asal Margosari yang diusulkan. Yakni, Margo Sewu Putih, Margo Landak Putih, Margo Gondol Sewu, Margo Sewu Kuning, Alas Sewu Kuning dan Alas Sewu Putih.

“Karakteristik durian Alas Sewu Kuning dan Alas Sewu Putih, buahnya memang berdiameter kecil namun memiliki keunggulan dari sisi rasa”, ungkap Dwi.

Populasi tanaman durian di wilayah margosari lumayan cukup melimpah hingga mencapai 500 batang pohon.

Proses pengukuran diameter batang pohon durian

Didik Nurhadi, Bendahara Poktan Margo Rukun II, Pekon Margosari yang ikut mendampingi perwakilan dari BPTP Lampung saat melakukan penelitian menyebutkan, pohon durian mulai ada di Margosari pada sekitar tahun 1960.

Menurut Didik, umumnya pohon durian yang di tanam warga di margisari, berasal dari biji dan bukan hasil stek.

“Biji diambil dari buah duren super dengan batang pohonnya yang kuat. Rata-rata, untuk satu bidang lahan disini, diselingi dengan tanaman durian sebanyak 10 batang”, sebut Didik.

Durian alamiah (yang ditanam melalui biji) pada sekitar usia 7-8 tahun lanjut Didik, baru bisa berbuah, namun memiliki aroma dan rasa yang cukup berbeda.

“Kalau yang bibitnya dari hasil stek, usia 5 tahun sudah bisa berbuah. Tapi, rasanya akan beda, dibandingkan dengan buah durian alamiah”, jelas Didik.

Diameter lingkar batang pohon durian alamiah, umumnya 3-4 meter, dengan ketinggian batang mencapai 70 meter.

“Tahun 2002-2003, warga margosari mulai tertarik dan kembangkan pohon durian alamiah ini. Durian ini akan memiliki kulit buah yang tipis dengan daging buah yang juga tidak begitu tebal”, terang Didik. (Ful)