Beranda Daerah Distan Pringsewu Proyeksikan Pantura sebagai Sentra Pengembangan Durian

Distan Pringsewu Proyeksikan Pantura sebagai Sentra Pengembangan Durian

32 views
0

 

Inilah salah satu pohon durian di wilayah kecamatan Pagelaran utara yang berumur 25 tahun lebih dan akan dikembangkan jadi varietas unggul lokal

PRINGSEWU – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pringsewu proyeksikan, Kecamatan Pagelaran Utara (Pantura) sebagai sentra pengembangan buah durian.

Dipilihnya wilayah Pantura ini setelah dilakukannya identifikasi awal dan temukan empat (4) indukan batang pohon durian dengan usianya yang sudah lebih dari 25 tahun.

“Buah duriannya ternyata memiliki keunggulan dan karakteristik berbeda dengan yang ada di daerah lain. Seperti dari bentuk dan juga rasanya”, jelas Dwiyanto Sulistyo, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) pada Distan Kabupaten Pringsewu, Rabu (23/10).

Menurut Dwi, pengamatan dan juga pengkajian hingga kini masih terus dilakukan sebagai upaya memenuhi kelengkapan dalam persiapan pendaftaran varietas lokal ke Kementrian Pertanian RI.

“Rencananya pada November mendatang, tim dari BPTP Lampung akan turun guna melakukan pengamatan. Harapannya, durian ini bisa jadi varietas lokal pringsewu”, ucap Dwi.

Menurut Dwi, bicara soal sertifikasi varietas unggul lokal, hal itu bisa dalam bentuk buah dan juga padi.

“Kita saat ini sudah mengusulkan durian dan juga padi merah. Varietas lokal durian di Kecamatan Pantura, sementara untuk padi merah di Kecamatan Pardasuka”, urai Dwi.

Selain itu sebut Dwi, masih terdapat potensi lain yang kedepan juga akan dilakukan pengembangan.

“Salah satunya yakni alpukat di Kecamatan Ambarawa dan juga alpukat di Klaten, Kecamatan Gadingrejo”, ucap Dwi.

Dwi mengemukakan, ada banyak indikator dalam proses pengkajian yang harus dilakukan guna bisa menentukan varietas unggul lokal.

Beberapa dari indikator itu yakni mulai dari usia tanaman, kondisi batang, serta daun tanaman.

Kemudian, ketinggian batang, bentuk daun mulai dari warna dan panjang daun.

“Kalau dalam ketentuannya, umur tanaman minimal 6 tahun. Selain itu juga soal bentuk dan warna bunga. Ukuran diameter buah, warna, daging dan rasa, serta biji buah”, urai Dwi. (Ful)