Home Daerah Miris, Sragi Kebanjiran Seluruh Kades Malah Jalan-jalan

Miris, Sragi Kebanjiran Seluruh Kades Malah Jalan-jalan

750 views
0

KALIANDA – Banjir merendam puluhan rumah dan tambak di Dusun Umbulbesar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Akibatnya permukiman warga di genangi air dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 cm, Sabtu 1 Februari 2020 sekitar sekitar pukul 05.30 WIB. Mirisnya, diperoleh  informasi  jika  tidak ada 1 kepala desa di Kecamatan Sragi yang berada ditempat saat musibah tersebut terjadi. 

Camat Sragi, Ahmad Hipni saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya membenarkan seluruh kades di Sragi saat peristiwa kebanjiran tidak berada di tempat. Menurut Camat, diperoleh informasi jika para kades di Sragi sedang jalan-jalan bersama Camat lama, Bibit Purwanto.

“Informasinya begitu, sedang jalan-jalan dengan Camat lama. Coba cek saja ke desa, apa kah sudah pulang atau belum. Kalau jadwalnya sih kemarin sudah pulang,” kata Ahmad Hipni seraya mengaku sedang ada acara keluarga di Lampung Tengah,  Minggu 2 Februari 2020.

Sementara, terjadinya banjir dikarenakan meluapnya sungai Way Sekampung akibat curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur sejak rabu tanggal 29 Januari 2020 yang hampir merata dibeberapa wilayah.

“Derasnya guyuran hujan yang terjadi pada Jum’at hingga Sabtu malam sehingga kondisi air banjir semua mengalir ke Sungai Way Sekampung yang  mengalir ke laut sehingga mengakibatkan air naik dan masuk ke pemukiman penduduk,” kata Depli warga setempat.

Ditambahkan Depok, sejak Jum’at kemarin air perlahan sudah mulai naik ke permukaan pemukiman warga namun kondisinya masih krendah dan pada hari sabtu tanggal 01 februari 2020 sekitar pukul 05.30 wib air mulai membesar.

“Banjir memang sering merendam pemukiman warga di dusun Umbulbesar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi terjadi hampir setiap tahun pada waktu masuk musim penghujan, dikarenakan desa Bandar Agung merupakan hilir Sungai Way Sekampung,” imbuh Depli.

Terpisah, Sekretaris BPBD Lamsel Afendi  menyampaikan, di perkirakan ada sekitar 40 rumah dan 20 hektare tambak Udang terendam banjir. Sementara aktifitas warga sedikit terganggu dikerenakan akses jalan menuju lokasi terendam namun aktifitas warga secara umum berjalan masih normal.

“Sedangkan sejumlah warga berhasil dievakuasi dan diungsikan ke sekolah MI Umbul Besar  sebanyak 30 orang, terdiri dari  4 orang balita, Ibu hamil 3 orang dan Lansia 23 orang,” jelasnya.

Diperkirakan pula banjir masih akan terus mengalami peningkatan karena kiriman air banjir dari atas masih cukup besar mengalir, sementara dalam banjir untuk kerugian korban jiwa masih nihil. Sementara untuk situasi aman terkendali.Namun warga setempat masih berjaga – jaga dan waspada bila kondisi banjir mengalami peningkatan.

(row)