Home Daerah Pembahasan LKPj Bupati Lamsel TA 2020, RSBB Panen Kritik

Pembahasan LKPj Bupati Lamsel TA 2020, RSBB Panen Kritik

174 views
0

KALIANDA – Rumah Sakit Bob Bazaar (RSBB) panen kritik dari sejumlah anggota pansus LKPj Bupati Lampung Selatan tahun anggaran 2020. Kritikan menyasar dari pelayanan, anggaran, outsourcing jasa kebersihan, sampah medis hingga penanganan pasien Covid-19. Bahkan luar biasanya, dimasa pandemi RSBB bisa mencatatkan over target PAD.

Puncaknya, anggota pansus Jenghis Khan Khaikal sempat tersulut emosi dengan menggebrak meja di forum pembahasan tersebut karena saling bantah dengan direktur RSBB, dr Mediana Aprilia.

Didalam pembahasan, anggota pansus dari F-Golkar, Beny Raharjo menyoroti anggaran jasa kebersihan Rp130 juta perbulan dengan penyedia jasa perusahaan outsourcing dari Provinsi Riau.

Diungkapkan Beny, dengan nilai sebesar itu namun dengan hasil kinerja yang biasa-biasa saja, menurut ketua komisi IV DPRD ini merupakan suatu pemborosan anggaran.

“Referensi perusahaan ini bagaimana. Misalnya dari pengetahuan saya untuk jasa kebersihan pihak ketiga di rumah sakit swasta di Bandar Lampung, anggarannya jauh lebih kecil namun bisa dilihat hasilnya sangat maksimal. Hal ini terkesan pemborosan, atau bisa jadi mark up. Sebuah perusahaan dari Riau mendapat job di Lampung Selatan. Ini bagaimana ceritanya, apakah di Lampung sudah tidak ada perusahaan yang cukup berkompeten,” ujar Beny saat pembahasan pansus LKPJ dengan RSBB di Aula rumah dinas jabatan Ketua DPRD Lampung Selatan, Selasa 6 April 2021.

Kritikan terus berlanjut dari anggota pansus lainnya terkait pelayanan oleh tenaga medis di rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Bowo Edi Anggoro misalnya, bahkan sempat marah dengan tenaga medis di RSBB yang pelayanannya kurang simpatik.

“Kapasitas sebagai anggota dewan bukan lah tujuan untuk mendapatkan perlakuan istimewa, apalagi untuk menakut-nakuti. Tapi di rumah sakit Bob Bazaar ini saya sempat marah sembari ngomong kalau saya ini anggota dewan. Pelayanan semaunya, tidak ramah. Seperti tidak ada SOP untuk pelayanan. Saya sempat berfikir, saya sampai mengaku anggota dewan saja masih seperti itu pelayanannya. Bagaimana dengan masyarakat biasa. Tolong ini bagaimana SOP pelayanan di RSBB yang katanya rumah sakit kebanggaan daerah Lampung Selatan,” ungkap Bowo dengan nada meninggi.

Sementara, direktur RSBB dr Mediana Aprilia dalam kesempatan itu menyatakan, bahwa saran dan rekomendasi dari anggota pansus akan menjadi acuan pihak RSBB untuk lebih baik lagi kedepannya.

“Terima kasih atas saran, maupun rekomendasi anggota pansus sebagai masukan yang positif untuk RSBB agar dapat berbenah ¬†menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya.

Sementara, pansus tersebut dipimipin langsung oleh Rosdiana dari F-PDIP, yang didampingi anggota pansus lainnya, Baiquni Sanjaya dari F-PAN, Jenghis Khan Khaikal dari F-Demokrat, Edy Waluyo F-PAN, Waris Basuki F-Gerindra, Imam Subkhi F-PKB, Beny Raharjo F-Golkar.

(row)