Home Pendidikan Stok Minim, BUMDES Bumi Ratu Merugi 7 Juta

Stok Minim, BUMDES Bumi Ratu Merugi 7 Juta

72 views
0
Inilah gudang penyimpanan elpiji 3 Kg milik BUMDES Bumi Ratu yang menempati balai pertemuan

PAGELARAN – Masyarakat RT 03 RW 03 Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu keluhkan sering kosongnya tabung elpiji 3 Kg di BUMDES “Bumi Jaya” pekon setempat.

“Setiapkali tabung datang, pasti langsung habis. Sementara disini banyak warga yang tidak kebagian”, ucap Tamyis, warga setempat.

Ketua BUMDES Pekon Bumi Ratu Sardi saat dikonfirmasi mengatakan, stok tabung elpiji yang dikelola BUMDES ” Bumi Jaya” memang belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok gas di tiap kecamatan saja rata-rata kurang mas, apalagi ini di pekon. Sementara jumlah KK disini saja mencapai 700-an”, ungkap Sardi, Jumat (20/09).

Sardi menuturkan, dirinya menjabat sebagai Ketua BUMDES “Bumi Jaya” mulai September 2018, menggantikan ketua yang lama.

Dimana sebut Sardi, dalam satu bulan, BUMDES “Bumi Jaya” biasanya akan mendapatkan kiriman pasokan tabung 3 Kg dari PT. Sulaiman Djakfar Bersaudara sebanyak empat kali.

“Untuk satu kali pengiriman, hanya sebanyak 140 buah. Itu pun biasanya akan langsung habis terjual”, katanya.

Ditanya soal hilangnya tabung gas di gudang BUMDes “Bumi Jaya”, Sardi membenarkannya.

“Memang benar mas, tabung kita hilang dan ada yang mencuri. Jumlah tabung yang dicuri sebanyak 50 -an tabung”, ungkapnya.

Menurut Sardi, hilangnya 50 tabung elpiji ukuran 3 Kg ini, baru diketahui saat melihat pintu samping gudang dalam kondisi terbuka.

“Kejadiannya malam hari, ketika saya datang ke gudang elpiji di pagi hari, pintu gudang sudah terbuka”, katanya.

Atas peristiwa hilangnya 50 tabung elpiji 3 Kg lanjut Sardi, ia kemudian memberikan laporan kepada pihak kepolisian.

“Sudah saya laporkan ke Polsek Pagelaran. Personil kepolisian juga sudah turun dan olah tempat kejadian perkara”, terangnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Bumi Ratu Ismali saat dikonfirmasi berkenaan dengan hilangnya tabung elpiji di gudang BUMDES “Bumi Jaya” tidak menampiknya.

“Kejadiannya berlangsung pada 29 Juni 2019. Pagi itu, pintu gudang sudah dalam keadaan terbuka seperti habis di congkel”, jelasnya.

Menurut Ismali, pihak pekon sudah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat.

“Surat laporan kehilangan juga ada. Semua sudah berjalan sesuai dengan prosedur, mungkin memang keapesan dari bumdes, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari kepolisian”, pungkasnya.

Akibat hilangnya 50 tabung elpiji 3 Kg ini, kerugian yang harus ditanggung BUMDES “Bumi Jaya” yakni senilai 7 juta rupiah. (Ful)