Home Kriminal Tiba di Mapolres, Sariyanti Dikabarkan Diperiksa Secara Marathon Oleh Penyidik

Tiba di Mapolres, Sariyanti Dikabarkan Diperiksa Secara Marathon Oleh Penyidik

2,452 views
0

KALIANDA – Setelah diciduk di kediamannya oleh petugas dari Polres Lampung Selatan di Desa Seloretno Kecamatan Sidomulyo, Jumat (12/6) malam sekitar pukul 20.30 wib, Sariyanti (28) tersangka kasus dugaan penipuan penerimaan siswa Akademi Kepolisian (Akpol) sebesar Rp1,8 miliyar dikabarkan diperiksa secara marathon oleh penyidik.

Begitu tiba di Mapolres, wanita yang dikenal berjiwa sosialita ini langsung diperiksa hingga dinihari. Bahkan, pada pagi keesokannya pemeriksaan berlanjut hingga petang hari.

Dari pantauan, setidaknya ada 3 orang penyidik terlihat kelelahan hingga tertidur, yang terdiri 2 penyidik laki-laki dan 1 penyidik polwan.

“Iya kami kecapean belum istirahat dari kemarin. Untuk keterangan pers silahkan langsung ke kasat ya,” ujar salah seorang penyidik, Sabtu (13/6) sore di ruang Unit 1 Tipidter/Tipidkor Mapolres Lamsel.

Menurut dia, pemeriksaan baru saja jeda karena sudah sore hari. Namun begitu dia menolak menjelaskan status Sariyanti dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

“Kan sudah saya bilang, untuk keterangan pers itu 1 pintu melalui kasat reskrim. Silahkan ke kasat langsung,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa terlapor Sariyanti saat ini masih berada di salah satu ruang di Mapolres.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Tri Maradona menolak diwawancara. Saat ditemui, Tri menolak berkomentar apapun. “Nanti ya, kami masih rapat,” katanya singkat seraya menutup pintu ruangan.

Diperoleh informasi, jika pihak Polres Lamsel sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini, karena sudah menjadi atensi pimpinan di Polda Lampung.

“Bukan tertutup, tapi memang sangat hati-hati karena memang menjadi atensi pimpinan di Polda. Selain itu, klasifikasi kasus ini termasuk kasus White Collar Crime. Biasanya pelaku orang-orang terpelajar dan berkedudukan sosial terpandang dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan motif untuk mencari keuntungan dari segi ekonomi. Maka penyidik harus jeli dan berhati-hati dalam mengusut kasus seperti ini,” tukas sumber ini.

(row)