Home Hukum Kunker Ke Kejari Lamsel, Kejati Lampung Minta Jangan Dipolitisir

Kunker Ke Kejari Lamsel, Kejati Lampung Minta Jangan Dipolitisir

339 views
0

KALIANDA – Mendadak pewarta di Lampung Selatan dikagetkan dengan agenda kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Heffinur SH ke Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Kamis 26 November 2020 pukul 08.30 wib pagi ini.

Betapa tidak, baru hitungan hari penyidik Kejati Lampung menggelar operasi penggeledahan di kantor Inspektorat Lamsel terkait TPK gratifikasi dan pemerasan pengelolaan dana desa (DD), Senin 23 November kemarin.

Sejumlah spekulasi tersirat oleh beberapa wartawan yang bertugas di Bumi Ragom Mufakat, bahwa Lampung Selatan memang menjadi target bersih-bersih aparat penegak hukum, terutama oleh korps Adhyaksa.

Namun, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Penkun) Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan kepada Lampung Raya dengan tegas membantah, bahwa kunjungan kerja Kajati ke daerah paling Selatan pulau Sumatera itu murni kunjungan kerja tanpa ada muatan tertentu.

“Tidak ada itu (Muatan Politis). Agenda kunjungan kerja ke Lampung Selatan memang sudah lama dijadwalkan. Pak Kajati sejak dilantik Agustus lalu memang mengagendakan “Blusukan” ke seluruh kejari di wilayah kerja (Lampung). Roadshow dimulai pada Oktober-November. Baru minggu kemarin pak Kajati menyambangi Kejari Tulang Bawang,” kata Andri.

Mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini meminta media agar tidak mempolitisir kinerja Kejati Lampung dan jajarannya. Menurut Andrie, dalam melaksanakan tugasnya jaksa memiliki SOP yang wajib dipatuhi.

“Kami (Jaksa) bekerja sesuai SOP dan arahan pimpinan. Jadi tidak ada itu penanganan hukum dikait-kaitkan dengan politik dan pilkada. Tolong jangan dipolitisir, biarkan kami bekerja dengan tenang,” tukasnya.

Sebelumnya, publik sempat dikejutkan dengan peristiwa penggeledahan penyidik Kejati Lampung di kantor Inspektorat. Dalam operasi pro justicia itu, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen dan telepon seluler milik sejumlah pejabat struktural inspektorat. Rangkaian peristiwa terkait pun berlanjut, pada Rabu 26 November kembali penyidik Kejati Lampung memeriksa 2 orang pegawai inspektorat dalam kasus yang sama.

(row)